Gerindra Dorong Polisi Periksa Relasi Listyo Sigit Usut Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Listyo Sigit Prabowo ketika menjabat Kapolri melantik sejumlah Perwira Tinggi. (Sumber: Humas Polri)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussamad mendorong Polri memeriksa relasi-relasi eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) untuk mengusut kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lain.

Ia menjelaskan relasi yang dimaksud bisa dari kalangan luar negeri atau asing, pengusaha, oligarki, atau oknum lingkaran kekuasaan di dalam maupun di luar pemerintahan.

"Saya kira harus didorong kepolisian untuk bisa memeriksa relasi dari LSP dalam kurun dalam 5, 6 tahun menjabat sebagai Kapolri," ujarnya dalam dialog Kompas Petang KompasTV, Sabtu (7/11/2026). 

Menurut Kamrussamad, Listyo Sigit punya hubungan panjang dalam internal pemerintahan. 

Oleh karena itu, ada banyak orang yang sudah pernah berhubungan kerja maupun berhubungan secara khusus dengan mantan Kapolri itu. 

Baca Juga: Siapa Perintahkan Eks Kapolri Listyo Sadap Presiden Prabowo? Jimly: Harus Dibuktikan | ROSI

"Apakah yang berkaitan dengan tupoksi sebagai kepala kepolisian saat itu ataupun yang berkaitan dengan kekuatan politik tertentu ataupun juga kekuatan ekonomi tertentu. Nah, ini semuanya harus dilakukan penyelidikan secara mendalam," katanya. 

Kamrus memandang, kasus dugaan penyadapan yang menyeret Listyo Sigit cs berpotensi terulang di kemudian hari jika tidak dituntaskan. 

Oleh karena itu, ia mendorong tidak hanya pendalaman dari aspek pelanggaran hukum, tetapi juga perlu ada pendalaman terhadap sumber ekonomi terhadap Listyo Sigit cs. 

"Dia bisa membuat posko, membentuk tim, dan bisa mengakses fasilitas Polri dari luar Mabes Polri, itu menunjukkan ada sumber daya ekonomi yang cukup besar," ucapnya. 

Baca Juga: Bahlil soal Penyadapan Presiden: Mati di Medan Perang Lebih Berharga daripada Jadi Pengkhianat

Kepala Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS TNI) 2011-2013, Laksda TNI Purnawirawan Soleman Ponto mengaku sependapat dengan Kamrus. 

"Apa yang dilakukan oleh Bapak Kapolri ini, saya bilang Kapolri karena memang Kapolri saat itu ya, itu tidak hanya melanggar hukum, tapi juga sudah merupakan ancaman terhadap keamanan negara," tuturnya. 

Ia juga menilai dugaan penyadapan yang dilakukan Listyo Sigit cs termasuk upaya membuat presiden lumpuh.

"Kami intelijen melihat tanda-tanda untuk menguasai, membuat presiden menjadi wayang saja," ujar Soleman. 

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • gerindra
  • listyo sigit
  • listyo sigit prabowo
  • penyadapan
  • kasus penyadapan
  • penyadapan presiden
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Koops Habema TNI Sita Tujuh Senjata Api Milik OPM Usai Baku Tembak di Yahukimo Papua Pegunungan
• 23 jam lalupantau.com
thumb
4 Bank Resmi Merger, Intip Nasibnya Usai Bergabung
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
China Bisa Pusing, Mobil Listriknya Terancam Gara-gara Indonesia Kemarau Panjang
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Fakultas Kedokteran IAKN Toraja Segera Digagas, Visi Misi hingga Kurikulum Mulai Dimatangkan
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Soal Usulan Pemakzulan Gibran, Hasto PDIP: Proses Dialog Terus Dilakukan, Tak Bisa Lagi Ditolerir
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.