WASHINGTON, KOMPAS.TV – Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) menyiapkan sejumlah agenda prioritas setelah meraih kemenangan besar dalam pemilu sela atau midterm elections 2026.
Fokus utama mereka adalah memperluas layanan kesehatan, mengakhiri perang dengan Iran, dan membatalkan sebagian kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
Pemimpin Demokrat di DPR AS, Hakeem Jeffries, mengatakan partainya akan bergerak cepat setelah anggota Kongres periode baru dilantik pada 3 Januari 2027.
"Kami akan langsung bergerak cepat," kata Jeffries, yang diproyeksikan menjadi Ketua DPR AS berikutnya.
Dalam agenda awal, Demokrat berencana mengajukan sejumlah rancangan undang-undang untuk memperkuat program Medicaid serta mengembalikan subsidi pajak tambahan bagi peserta asuransi kesehatan melalui Affordable Care Act (ACA).
Kebijakan tersebut ditujukan untuk menekan biaya asuransi kesehatan bagi jutaan warga AS.
Seperti dikutip dari Associated Press, Demokrat juga berjanji segera mendorong legislasi untuk menghentikan perang dengan Iran dan membatalkan sebagian tarif perdagangan yang diberlakukan Trump.
Baca Juga: Kalah di Pemilu Sela, Trump Hadapi Dilema soal Kelanjutan Perang Iran
Dengan kemenangan besar dalam pemilu sela, jumlah anggota Demokrat di DPR diperkirakan melampaui 250 dari total 435 kursi. Namun, mayoritas tersebut belum menjamin seluruh agenda mereka dapat disahkan menjadi undang-undang.
Pasalnya, sejumlah rancangan undang-undang masih harus melewati Senat yang menerapkan ambang dukungan 60 suara untuk meloloskan sebagian besar legislasi.
Selain itu, Trump berpotensi menggunakan hak veto untuk menggagalkan kebijakan yang tidak sejalan dengan pemerintahannya.
Pada malam pemilu, Trump bahkan mengunggah foto topi merah bertuliskan "VETO" di media sosialnya.
Selain agenda kesehatan dan kebijakan luar negeri, Demokrat juga menyiapkan rancangan kebijakan untuk menekan biaya hidup, termasuk harga perumahan, energi, bahan pangan, dan layanan pengasuhan.
Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Ted Lieu, mengatakan partainya juga akan memperketat pengawasan terhadap industri kecerdasan buatan (AI) dan pembangunan pusat data.
Menurutnya, Kongres perlu menggelar dengar pendapat publik dan menyusun aturan untuk mengawasi perkembangan industri tersebut.
Pemangkasan Anggaran MedicaidSalah satu kebijakan yang ingin dibatalkan Demokrat adalah pemangkasan anggaran Medicaid lebih dari 900 miliar dollar AS dalam kurun 10 tahun. Pemangkasan tersebut merupakan bagian dari undang-undang pajak dan belanja yang disahkan Partai Republik pada 2025.
Perubahan aturan Medicaid mencakup persyaratan administratif baru dan ketentuan kelayakan, termasuk kewajiban bekerja bagi sebagian penerima manfaat.
Baca Juga: Pemilu Sela AS Jadi Ujian Trump, Demokrat Berpeluang Rebut Kendali Kongres
Menurut lembaga riset kebijakan kesehatan KFF, jumlah peserta Medicaid telah berkurang sekitar 5 juta orang atau 7 persen sejak Juli 2025.
Demokrat juga ingin memperpanjang subsidi pajak tambahan bagi peserta asuransi kesehatan ACA. Namun, upaya tersebut sebelumnya telah lolos di DPR dengan dukungan sejumlah anggota Republik, tetapi tertahan di Senat.
Sementara itu, upaya membatasi kewenangan presiden dalam perang dengan Iran juga telah beberapa kali dibahas di Kongres. Tercatat 14 pemungutan suara terkait kewenangan perang dilakukan di Senat dan enam kali di DPR.
Meski menguasai DPR, Demokrat masih menghadapi tantangan besar untuk mengubah janji kampanye menjadi kebijakan nyata selama pemerintahan Trump.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada
Sumber : The Associated Press
- demokrat
- kesehatan
- iran
- perang iran
- pemilu sela





