Jakarta, tvOnenews.com - Aksi Rakyat Bela Indonesia dijadwalkan digelar di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, pada Minggu (8/11/2026). Gerakan yang dipimpin Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) ini mengangkat sejumlah persoalan nasional, di antaranya dugaan penyadapan ilegal terhadap sejumlah tokoh nasional serta tuntutan penegakan putusan lembaga peradilan menyangkut persoalan konstitusional jabatan wakil presiden.
Selain itu, aksi tersebut juga membawa aspirasi pemberantasan dominasi oligarki dan mendesak agar amanat Pasal 33 UUD 1945 dilaksanakan secara menyeluruh dan konsisten.
Ketua Aksi Rakyat Bela Indonesia, Ustaz Bachtiar Nasir, menjelaskan bahwa kegiatan akan diawali seusai pelaksanaan shalat Subuh.
- tim tvOnenews.com/Putri
Sementara itu, acara puncak dijadwalkan berlangsung pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri ribuan peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat.
Sejumlah tokoh daerah dan perwakilan organisasi kemasyarakatan juga diperkirakan turut menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam gerakannya, Aksi Rakyat Bela Indonesia mengusung lima tuntutan utama. Kelima tuntutan tersebut meliputi penguatan persatuan nasional, penegakan hukum terhadap tindakan yang dianggap mengkhianati kepentingan negara, perlawanan terhadap dominasi oligarki dan intervensi asing, pelaksanaan amanat Pasal 33 UUD 1945 secara utuh, serta penyelesaian persoalan hukum dan konstitusional yang berkaitan dengan jabatan wakil presiden.
Salah satu isu yang menjadi perhatian khusus UBN adalah dugaan penyadapan ilegal terhadap sejumlah tokoh nasional, organisasi masyarakat sipil, dan media.
UBN mengaku menjadi salah satu pihak yang diduga mengalami tindakan tersebut. Atas persoalan itu, dia tengah mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum guna memperoleh penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad (8/11/2026) tersebut merupakan bagian dari konsolidasi gerakan. Menurut UBN, konsolidasi ini diarahkan untuk menyambut momentum 10 November yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Melalui aksi tersebut, Aksi Rakyat Bela Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan berbagai tuntutan dengan mengedepankan cara-cara damai, bermartabat, dan sesuai dengan konstitusi. Gerakan ini juga menyatakan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa dalam menyampaikan aspirasi.




