Menikmati liburan akhir pekan acap diisi dengan kegiatan piknik oleh sebagian masyarakat kita. Entah dengan sanak keluarga, kerabat, hingga lingkaran pertemanan, piknik menjadi salah satu pilihan asyik yang dilakukan bersama-sama. Membuka tikar, makan bersama, bercengkerama, dan menikmati suasana santai menjadi bentuk keintiman hingga pelarian kepenatan dengan mengisi waktu luang di antara kesibukan sehari-hari.
Konsep piknik ini menjadi nilai lebih ketika dipadukan dalam cara mengemas sebuah pertunjukan musik dan festival, terlebih lagi musik aliran jazz. Pemandangan ini terlihat dalam perhelatan ”Jazz di Kebun” di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/11/2026).
Perhelatan konser musik jazz ini mengusung konsep intimate outdoor jazz experience, yaitu menikmati sebuah konser dengan nuansa piknik di ruang terbuka sebuah kebun. Managing Director Mitra Natura Raya Marga Anggrianto menyampaikan bahwa jazz di Kebun menjadi langkah baru dalam pengembangan pengalaman musik di Kebun Raya Bogor.
”’Jazz di Kebun’ menjadi langkah baru bagi kami untuk menghadirkan pengalaman menikmati suasana Kebun Raya Bogor dengan pendekatan musik yang berbeda. Kami ingin mempertemukan musik jazz dengan hijaunya alam Kebun Raya Bogor. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kreatif kami untuk terus mengembangkan pengalaman hiburan dan rekreasi alam yang hijau,” ujar Marga.
Konser ini menyajikan penampil seperti Adikara, Tulus, Mocca, Gerry Herb Quartet with Horns, Teddy Adhitya, Societeit de Harmonie, dan kelompok Wijaya80 yang salah satu personelnya adalah musisi jazz muda, Ardhito Pramono. Deretan penyaji ini mendapat sambutan antusias penonton yang hadir dan memadati arena piknik sejak siang hingga malam hari.
Bagi sebagian masyarakat, musik jazz dianggap sebuah musik yang rumit dan hanya dinikmati segmen tertentu. Namun, pandangan itu tak sepenuhnya benar karena jazz sendiri hadir sebagai sebuah bahasa dan ekspresi yang luas dan bisa dinikmati secara luas pula. Di acara ini, para penampil juga merupakan musisi jagoan di dunia jazz tetapi hadir bersama warnanya masing-masing yang bisa diterima secara luas dan populer.
Selain menikmati konser musik jazz, acara ini dikemas semacam festival dan memberikan ruang bagi pengunjung untuk menikmati musik sekaligus mengeksplorasi berbagai aktivitas di luar panggung. Salah satu pengalaman yang disajikan adalah pelatihan kerajinan dari bahan-bahan alami seperti bunga dan dedaunan. Selain itu, penonton juga disuguhi sajian pameran seni grafis dan hiasan seni instalasi yang menjadi wahana membingkai kenangan ketika mendatangi acara ini.
Pada akhirnya, bahasa universal musik pun terus mengisi ruang eksperimen yang berkembang, baik sebagai bentuk seni, ekspresi, hingga penyajiannya. Pengembangan ini menjadi bentuk baru identitas dan karakter tersendiri, menjadikan musik sebagai titik temu antara hiburan, kreativitas, gaya hidup, dan lingkungan. Terlebih lagi warna jazz yang begitu kaya akan bentuk, makna, hingga interpretasi musikalnya.





