PAYSANDÚ, KOMPAS.TV – Sekitar 40.000 orang memadati sebuah taman di Kota Paysandú, Uruguay, pada Sabtu (7/11/2026). Mereka berkumpul untuk menghadiri Misa pertama Paus Leo XIV dalam kunjungan perdananya ke Amerika Selatan.
Kedatangan Paus Leo XIV disambut meriah. Massa meneriakkan yel-yel, membunyikan klakson, dan mengibarkan saputangan kuning saat pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu tiba menggunakan mobil kepausan terbuka di Parque París Londres.
Menurut Vatikan, lebih dari 30.000 orang telah mendaftar untuk menghadiri Misa tersebut. Namun, sekitar 10.000 orang lainnya turut berdatangan meski hujan turun dan cuaca berangin.
Sejumlah umat datang dari berbagai negara seperti Uruguay, Argentina, dan Brasil. Mereka mengaku terharu karena Paus Leo tetap melanjutkan perjalanan apostolik selama 12 hari ke tiga negara Amerika Selatan, meski baru menjalani operasi kanker paru-paru pada 13 Oktober 2026.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Paus Leo XIV untuk meningkatkan kembali pengaruh Gereja Katolik di Uruguay, yang dikenal sebagai salah satu negara paling sekuler di kawasan Amerika Selatan.
Baca Juga: Paus Leo XIV Cetak Sejarah, Jadi Paus Pertama yang Memilih dalam Pemilu AS
Negara berpenduduk sekitar 3,5 juta jiwa itu menghadapi tantangan dalam mempertahankan kehidupan keagamaan. Pada 2024, Gereja Katolik di Uruguay bahkan tidak memiliki seminaris baru yang masuk pendidikan calon imam, meski beberapa orang kemudian mulai mengikuti pelatihan.
Paus Leo Datangi Kawasan MontevideoDalam rangkaian kunjungannya, Paus Leo juga dijadwalkan mendatangi kawasan di Montevideo yang menghadapi persoalan perdagangan narkoba dan kekerasan geng.
Seperti dikutip dari The Associated Press, Gereja Katolik bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk menyediakan perumahan dan program rehabilitasi bagi pecandu narkoba.
Baca Juga: Kondisi Paru-paru Paus Leo XIV Membaik Usai Operasi Kanker
Antusiasme terhadap kunjungan Paus juga datang dari kalangan muda, termasuk mereka yang tidak mengidentifikasi diri sebagai umat beragama.
Seorang warga Kolombia yang tinggal di Uruguay, Santiago Biglieri, mengatakan pesan kemanusiaan Paus tetap relevan bagi masyarakat luas.
"Saya tidak akan menyebut diri saya religius, tetapi saya menyukai Paus ini. Ia memiliki pesan yang sangat baik bagi kemanusiaan," ujar Biglieri.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada
Sumber : The Associated Press
- misa
- paus
- leo
- uruguay





