Pengembangan talenta olahraga dari dunia pendidikan memunculkan atlet-atlet muda berprestasi dari sejumlah daerah. Bahkan, mimpi menjadi atlet hingga pelatih olahraga diyakini anak-anak muda dapat menjadi pilihan masa depan.
Seusai upacara pembukaan Pekan Olahraga Provinsi XV Jawa Barat di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (7/11/2026) malam, Giovani Fabian Restu Alamsyah, siswa kelas X SMAN 1 Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, dan Naura Refa Tsurayya, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, duduk santai di lapangan rumput sambil menyaksikan penampilan penyanyi di panggung.
Mereka merupakan atlet taekwondo. Dua remaja tersebut mewakili kontingen Kabupaten Bekasi dalam perlombaan tingkat daerah yang digelar empat tahun sekali yang diikuti atlet dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.
Bagi Giovani, mengikuti pertandingan taekwondo tak sekadar untuk mendulang prestasi, tetapi merupakan cita-citanya. ”Saya ingin jadi atlet untuk masa depan saya dan membawa nama Indonesia,” kata Giovani yang meraih sejumlah prestasi, termasuk meraih medali perak di ajang Pugnator Open International Taekwondo Grandslam Youth Championship.
Meski orangtuanya banyak membiayai pelatihan hingga keikutsertaannya dalam sejumlah pertandingan, ia yakin menjadi atlet memberi harapan untuk masa depannya. ”Saya merasakan belajar banyak dalam diri saya untuk berusaha sekeras mungkin agar cita-cita kita tercapai. Untuk hasil yang baik, kita harus bekerja keras,” tuturnya.
Giovani senang terpilih mewakili daerahnya dalam Porprov Jabar XV. ”Ini pertama kali saya ikut. Jika meraih prestasi, semoga saya makin mendapat dukungan pemerintah daerah untuk lebih berkembang jadi atlet taekwondo yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” ujarnya yang turun di cabang pair senior poomsae dan beregu senior poomsae.
Sementara itu, Naura sejak usia delapan tahun sudah ikut latihan taekwondo. Awalnya dia suka menggambar. Ketika diajak latihan taekwondo, ia justru semakin jatuh cinta.
”Saya menekuni taekowondo sampai sekarang. Kuliah pun saya ambil yang terkait olahraga. Rencananya mau jadi pelatih dan buat klub sendiri,” kata Naura yang punya prestasi taekwondo di beberapa kompetisi, termasuk di Pugnator Open International Taekwondo Grandslam Youth Championship.
Prestasi para pelajar dan mahasiswa dalam bidang olahraga mulai mendapat apresiasi pemerintah. Prestasi di taekwondo menjadi tiket masuk baginya untuk bisa masuk ke sekolahnya lewat jalur prestasi.
Sementara Naura yang berkuliah di program studi pendidikan kepelatihan olahraga UNJ, berharap mendapat beasiswa atlet bagi mahasiswa. “Saya yakin taekwondo di Indonesia berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi. Jadi saya tertarik mempelajari jadi pelatih sambil mengasah prestasi. Kalau di POPROV ini, targetnya tampil di podium,” ujarnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di acara pembukaan meminta pemerintah daerah se-Jawa Barat mendukung pencapaian prestasi para atlet. Pemerintah daerah harus memberikan perhatian maksimal kepada atlet, ofisial, dan pihak lain yang terlibat dalam kompetisi olahraga.
“Porprov bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan medali dan gelar juara. Kompetisi tingkat provinsi ini menjadi kesempatan untuk menemukan bibit atlet dari berbagai daerah untuk menjaring melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Dedi.
Dedi mengutarakan, berkembangnya olahraga di daerah juga memberikan dampak pertumbuhan ekonomi. Melalui penyelenggaraan kompetisi olahraga yang berkelanjutan, pelaku ekonomi terkait dengan olahraga hingga usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM akan tumbuh.
Seni budaya juga berkembang. Di acara pembukaan PORPROV Jabar XV dengan tuan rumah Kota Bekasi, penampilan seni budaya dari tarian kolosal tradisonal, drumband, hingga pertunjukkan seni budaya lainnya memeriahkan acara dan menampilkan talenta terbaik seni budaya daerah.
Dedi juga mengatakan Porprov Jabar XV harus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menjunjung sportivitas, dan memperkuat persatuan dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat. “Sportivitas menjadi hal yang sangat penting dalam olahraga,” tegasnya.
Sportivitas menjadi hal sangat penting dalam olahraga.
Secara terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memaparkan, bakat siswa harus jadi perhatian sekolah. Kemendikdasmen mengembangkan Sekolah Nasional terintegrasi (SNT) di sejumlah daerah untuk memfasilitasi talenta unggul dari berbagai bidang, termasuk olahraga, bisa berkembang dalam prestasi olahraga dan akademiknya.
Prestasi olahraga siswa dapat menjadi jalan untuk amsuk jalur prestasi dalam seleksi siswa baru di pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Pemeirntah juga menyediakan beasiswa pendidikan bagi atlet berprestasi.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan pembinaan atlet dan kesempatan berkompetisi secara berjenjang harus diberikan kepada atlet potensial, termasuk dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
"Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen membantu perkembangan para atlet dari berbagai cabang olahraga. Tidak hanya melengkapi infrastruktur berbagai cabang olahraga, tapi juga menyediakan kesempatan latihan dan kompetisi. Kami berharap sejumlah cabang olahraga andalan Bekasi yang bisa menyumbangkan emas bisa dikembangkan,” ucapnya.
Menurut Tri, dukungan keluarga untuk mendorong anak-anak muda melakukan latihan dan ikut berkompetisi dibutuhkan. Keluarga memberikan semangat juang bagi atlet muda untuk meraih prestasi tinggi dari daerah, nasional, hingga internasional.
“Kualitas pengembangan klub-klub juga penting. Pemerintah Kota Bekasi khususnya tentu memberikan perhatian yang cukup besar. Untuk atlet, jika meraih prestasi medali emas bisa mendapatkan hadiah Rp 200 juta. Nanti ada juga buat pelatihnya. Semu akita berikan apresiasi,” kata Tri.
Penyelenggaraan PORPROV XV Jawa Barat 2026 jadi momentum penting memperkuat pembinaan olahraga daerah, meningkatkan mutu atlet, serta melahirkan bibit unggul berprestasi tingkat nasional dan internasional.
Adapun PORPROV XV Jawa Barat 2026 mempertandingkan 47 cabang olahraga, dengan melibatkan 13.348 atlet dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Pertandingan PORPROV XV Jawa Barat 2026 digelar di Kota Bekasi, Bogor, Bandung dan Depok, pada 7-20 November 2026.





