Kejutan! Trump Tawari Bos UFC Jadi Pejabat Penting Gedung Putih

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump mendengarkan CEO UFC Dana White dalam acara UFC Freedom 250 di South Lawn, Gedung Putih, Washington, D.C., AS. (REUTERS/Evan Vucci/Pool/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merombak jajaran pejabat Gedung Putih setelah Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilu paruh waktu (midterm elections). Trump menunjuk penasihat lamanya, Stephen Miller, sebagai kepala staf Gedung Putih dan juga menawarkan jabatan sekretaris pers kepada bos Ultimate Fighting Championship (UFC), Dana White.

Melansir Reuters, Minggu (8/11/2026), Trump mengumumkan penunjukan Miller pada Jumat (6/11/2026), menggantikan Susie Wiles yang mengundurkan diri sehari sebelumnya. Pergantian tersebut akan mulai berlaku pada Senin (9/11/2026).

Baca: Netanyahu Tamat, Orang Ini Jadi Perdana Menteri Baru Israel

Dalam unggahan di media sosial, Trump menyebut Miller sebagai salah satu penasihat yang paling dipercayainya. Ia juga memuji Wiles karena dinilai telah menjalankan tugas dengan sangat baik.


Penunjukan Miller dilakukan setelah Partai Republik kehilangan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat AS dalam pemilu paruh waktu pada Selasa (3/11/2026). Kekalahan tersebut membuat Trump harus menghadapi Kongres yang dikuasai Partai Demokrat, termasuk kemungkinan serangkaian penyelidikan terhadap kebijakan pemerintahannya.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, penunjukan Miller menunjukkan Trump tidak berniat mengubah arah kebijakannya meskipun Partai Republik mengalami kekalahan. "Dia tidak mengubah arah," kata pejabat tersebut kepada Reuters.

Miller, 41 tahun, dikenal sebagai salah satu tokoh garis keras di pemerintahan Trump, terutama dalam kebijakan imigrasi. Sejak Trump kembali menjabat pada 2025, Miller menduduki posisi wakil kepala staf Gedung Putih di bawah Wiles.

Ia menjadi salah satu penggerak utama kebijakan pengetatan imigrasi dengan target penangkapan 3.000 orang setiap hari. Kebijakan tersebut menuai kritik karena turut menyasar imigran yang tidak memiliki catatan kriminal dan telah tinggal di AS selama puluhan tahun.

Survei Reuters/Ipsos yang diselesaikan pada awal November menunjukkan hanya 36% responden menyetujui kebijakan pengetatan imigrasi tersebut, sementara 54% menyatakan tidak setuju. Miller juga terlibat dalam upaya perombakan birokrasi federal yang menyebabkan puluhan ribu pegawai negeri diberhentikan pada 2025.

Dalam kebijakan luar negeri, ia dikenal mendukung operasi militer AS terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba di kawasan Karibia dan Pasifik, serta serangan AS dan Israel terhadap Iran. Setelah ditunjuk, Miller menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan Trump.

"Misi kami sekarang lebih jelas daripada sebelumnya. Berjuang dengan segenap jiwa untuk mendukung presiden dan mempertahankan republik yang luar biasa ini," tulis Miller di X.

Sementara itu, Hakeem Jeffries, politikus Demokrat yang diperkirakan menjadi Ketua DPR AS berikutnya, mengecam penunjukan Miller dengan menyebutnya sebagai sosok ekstremis yang sembrono.

Presiden AS Donald Trump mendengarkan CEO UFC Dana White dalam acara UFC Freedom 250 di South Lawn, Gedung Putih, Washington, D.C., AS. (REUTERS/Evan Vucci/Pool/File Photo) Foto: Presiden AS Donald Trump mendengarkan CEO UFC Dana White dalam acara UFC Freedom 250 di South Lawn, Gedung Putih, Washington, D.C., AS. (REUTERS/Evan Vucci/Pool/File Photo)
Trump Tawarkan Jabatan ke Bos UFC

Di tengah perombakan Gedung Putih, Trump juga membuat pengumuman mengejutkan dengan menawarkan posisi sekretaris pers Gedung Putih kepada Presiden UFC Dana White. Melalui unggahan di Truth Social pada Sabtu (7/11), Trump menyatakan telah meminta White untuk mengisi jabatan tersebut.

"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Dana White yang hebat, seorang petarung dan pejuang tangguh, telah ditawari jabatan Sekretaris Pers Amerika Serikat," tulis Trump dikutip dari Sky News.

Tak hanya itu, Trump juga meminta White membawa sejumlah petarung UFC sebagai asistennya, termasuk Islam Makhachev, Khabib Nurmagomedov, Justin Gaethje, Daniel Cormier, Amanda Nunes, dan Kayla Harris.

"Kita membutuhkan orang-orang ini untuk membela kita dari kelompok kiri yang gila. Dana akan menjadi sekretaris pers yang berbeda dari siapa pun sebelumnya. Dana, terimalah pekerjaan ini!" ujar Trump.

Namun, tawaran tersebut dilaporkan telah ditolak White. Mengutip laporan CNN yang dilansir Sky News, seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan White menolak gagasan tidak biasa dari Trump. Posisi sekretaris pers Gedung Putih sendiri dilaporkan telah kosong sejak akhir musim panas setelah Katie Zacharia hanya menjabat selama lima hari.

Perombakan jajaran Gedung Putih berlangsung ketika Trump menghadapi tekanan politik setelah kekalahan Partai Republik. Menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Trump tidak puas dengan kinerja tim politik dan komunikasinya menjelang pemilu.

Baca: Israel Berebut Kekuasaan, Jejak Peradaban Islam Jadi Taruhan

Ia bahkan mengatakan Gedung Putih perlu bersikap lebih agresif menghadapi Partai Demokrat yang kembali menguasai Kongres. Trump juga menuduh Partai Demokrat melakukan pemerasan politik dengan mengancam pejabat pemerintahannya melalui pemakzulan dan para penyumbang dana Partai Republik dengan hukuman penjara.

Ia meminta Departemen Kehakiman AS segera menyelidiki tindakan yang disebutnya sebagai kejahatan tersebut. Tuduhan itu muncul setelah sejumlah politikus Demokrat mengisyaratkan akan menggunakan mayoritas mereka di Kongres untuk memanggil pejabat pemerintahan Trump dan sekutunya dalam berbagai penyelidikan.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Akui Perang Iran Jadi Faktor Kekalahan Republik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bertemu S&P Global, IDSurvey Siapkan Langkah Baru Perkuat Standar Keberlanjutan
• 3 jam laludisway.id
thumb
JEKATE Running 2026 Digelar 13 Desember, Peserta Bakal Lintasi Flyover Antasari
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Bakom Soroti Dugaan Pengkhianatan Pejabat Negara dalam Kasus Penyadapan Presiden
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Update Klasemen MotoGP dan Hasil Sprint Race Qatar: Marquez Dekati Gelar Juara
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penyebab Hancurnya Ekosistem Industri Drama Korea di Dalam Negeri
• 21 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.