jpnn.com, BLITAR - Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur Bidang Pemuda dan Olahraga Eri Cahyadi menyebut ajang lari Soekarno Run sarat dengan filosofi kemandirian terkait ajaran berdiri di atas kaki sendiri atau berdikari.
Menurutnya, berdikari ini sebagaimana yang selalu diajarkan oleh Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno.
BACA JUGA: Ingin Gelorakan Semangat Berdikari, PDIP Gelar Soekarno Run di Blitar
"Hari ini diajarkan bagaimana lari dengan kaki sendiri, bahwa kita tidak bisa mengandalkan lari dengan peserta lain. Kami punya semangat, kami punya daya tahan tubuh, kami punya kekuatan. Maka inilah pesan dari Bung Karno bahwa kita harus berdiri di kaki sendiri," kata dia dalam sambutan sebelum Soekarno Run dimulai di Blitar, Minggu (8/11).
Wali Kota Surabaya itu dengan mengutip pemikiran Bung Karno memaparkan bahwa tempaan fisik melalui olahraga berdaya dorong melahirkan generasi manusia baru yang berkarakter tangguh.
BACA JUGA: PDIP Gelar Soekarno Run di Blitar Besok
"Kita lari harus memiliki visi untuk mencapai ke depan, dan ketika mencapai garis finis, kita harus punya semangat pantang menyerah," ujarnya.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto turut menjadi peserta Soekarno Run untuk kategori 10 kilometer bersama Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo.
BACA JUGA: Hadir di Soekarno Run 2026, Shafira: Semangat Bung Karno Terus Hidup
Hasto yang mengenakan pakaian peserta, terlihat menunjukkan gestur tiga jari atau three-finger salute menjelang finis Soekarno Run di Blitar.
Diketahui, three-finger salute adalah isyarat mengangkat tiga jari tangan ke udara yang digunakan sebagai simbol solidaritas, perlawanan terhadap kekuasaan otoriter, serta bentuk protes masyarakat sipil.
Gestur itu dipopulerkan oleh film dan novel The Hunger Games, yang menggambarkan masyarakat melawan rezim otoriter yang penuh ketidakadilan.
Gestur itu diadaptasi oleh gerakan prodemokrasi di Thailand (2014) dan Hong Kong (2019) sebagai lambang kebebasan, kesetaraan, dan perlawanan terhadap kediktatoran.
Adapun, jalur Soekarno Run melintasi situs bersejarah rumah masa kecil Bung Karno di Istana Gebang hingga kompleks Makam Sang Proklamator.
Perhelatan Soekarno Run Blitar 2026 berlangsung pada Minggu (8/11) pagi, sebagai rangkaian kegiatan memperingati momentum Hari Pahlawan 10 November. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Soekarno Run 2026 Padukan Olahraga & Sejarah, Diikuti 10 Ribu Pelari
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan




