Aksi Rakyat Bela Indonesia, Jimly Ajak Masjid Berani Jadi Suara Penyeimbang Kekuasaan

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Ketua Pembina Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, Jimly Asshiddiqie mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ruang publik sebagai kekuatan penyeimbang. Jimly mengajak masjid berani menyuarakan kritik moral dan menjadi corong suara nurani saat kekuasaan menunjukkan kecenderungan yang zalim.

Hal itu disampaikan Jimly ketika memberikan sambutan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia pada Ahad (8/11/2026). Jimly memandang perkembangan situasi bangsa saat ini membutuhkan keberanian masyarakat agar tidak larut dalam arus pemikiran kelompok yang sedang berkuasa.

Baca Juga
  • Prancis Bergolak Dipicu Lonjakan Biaya Hidup, 250 Ribu Orang Ikuti Demonstrasi
  • Low Tuck Kwong Tegaskan Penjualan Saham Bayan ke Haji Isam Murni Bisnis
  • Mengapa Saat Stres Malah Pengen Tidur Seharian?

“Kita harus memperkuat ruang publik yang tidak larut dalam cara berpikir mainstream, larut pada cara berpikir orang-orang yang sedang berkuasa tapi zalim menggunakan kekuasaannya,” kata Jimly dalam kegiatan tersebut.

Jimly menyentil kekuatan pengkhianat harus diimbangi. Salah satu wujudnya dengan menghadirkan Aksi Bela Rakyat.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kita harus menjadi corong suara pengimbang. Kalau ada kelompok pengkhianat maka harus muncul yang mengimbanginya,” ujar Jimly.

Dalam penjelasannya, Jimly mengutip Surah Al-Baqarah ayat 251 dan Surah Al-Hajj ayat 40. Ia menekankan pentingnya mekanisme saling mengimbangi antarkelompok dalam kehidupan masyarakat untuk mencegah kerusakan dan kehancuran.

Ia secara khusus mengutip bagian Surah Al-Hajj ayat 40 yang menjelaskan bahwa Allah menolak kerusakan di muka bumi melalui adanya kelompok manusia yang saling mengimbangi.

“Jikalau tidak mengimbangi satu kelompok orang oleh kelompok yang lain, bumi ini akan hancur, saudara-saudara sekalian,” ucap Jimly.

Jimly lalu menghubungkan pesan tersebut dengan kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara. Jimly mengamati munculnya hegemoni kekuasaan tertentu harus diimbangi dengan suara moral, termasuk melalui peran masjid.

“Gejala yang terjadi di negara kita ini ada hegemoni kekuasaan tertentu, maka perlu diimbangi dan itu harus disuarakan oleh masjid,” ucap Jimly.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Jepang Tengah, Lebih dari 20 Orang Terluka
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hasil Liga Inggris: Nottingham Kalahkan Man City 3-1
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
John Herdman Buka-bukaan Seputar TC Timnas Indonesia di Bali: Penguatan Kedalaman Skuad dan Persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2026
• 20 jam lalubola.com
thumb
5 Perusahaan RI Paling Banyak Operasikan Truk ODOL, Ini Namanya
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ayah Meghan Markle Ditangkap FBI Terkait Materi Pelecehan Seksual Anak
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.