Pernah melihat anak jadi lebih aktif setelah makan permen, cokelat, atau minum minuman manis? Kondisi ini sering disebut sugar rush dan membuat banyak orang percaya bahwa gula bisa menyebabkan anak hiperaktif.
Tapi apakah benar atau cuma mitos belaka, ya, Moms? Yuk cek penjelasan dari dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, SpA(k) di sini, Moms.
Benarkah Makanan Manis Bisa Membuat Anak Hiperaktif?Istilah sugar rush sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika anak terlihat lebih bersemangat atau aktif setelah mengonsumsi makanan dan minuman manis.
Namun, konsumsi gula tidak terbukti secara langsung menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Ya, Moms dengan kata lain, anggapan bahwa anak pasti akan menjadi lebih aktif setelah makan makanan manis merupakan mitos.
"Meski gula merupakan salah satu sumber energi bagi tubuh, konsumsi makanan manis tidak serta-merta membuat anak mengalami hiperaktivitas," kata dr. Reza pada kumparanMOM, Rabu (4/11).
3 Dampak Anak Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan ManisWalaupun tidak terbukti secara langsung menyebabkan hiperaktif, konsumsi gula berlebihan tetap perlu dibatasi. Menurut dr. Reza Fahlevi, ada beberapa dampak yang bisa terjadi jika anak terlalu sering mengonsumsi makanan manis, yaitu:
1. Meningkatkan Risiko Obesitas
Konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak. Karena itu, asupan gula perlu diperhatikan agar tidak berlebihan dalam pola makan sehari-hari.
2. Membentuk Preferensi terhadap Rasa Manis yang Berlebih
Terlalu sering mengonsumsi makanan manis juga dapat membentuk preferensi anak terhadap rasa manis yang lebih tinggi.
"Akibatnya, anak bisa terbiasa menyukai makanan dengan rasa manis yang kuat," ucapnya.
3. Meningkatkan Risiko Kerusakan Gigi
Konsumsi makanan manis berlebihan juga dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi. Terlebih jika kebiasaan tersebut tidak diimbangi dengan perawatan dan kebersihan gigi yang baik.
Jadi, meskipun makanan manis tidak terbukti secara langsung membuat anak hiperaktif, asupannya tetap perlu diperhatikan. Orang tua dapat membiasakan pola makan yang bervariasi dan tidak menjadikan makanan manis sebagai konsumsi berlebihan dalam keseharian anak.





