Ilmuwan Temukan Spesies Tikus Purba Raksasa Berusia 35 Juta Tahun di Thailand

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Para ilmuwan menemukan spesies baru hewan pengerat purba yang diperkirakan memiliki berat hingga 30 kilogram (kg) di Thailand selatan. Hewan tersebut diperkirakan hidup sekitar 33–35 juta tahun lalu atau pada periode Paleogen.

Dalam jurnal Scientific Reports yang terbit pada Rabu, 4 November 2026, para peneliti mengungkap identitas spesies tersebut berdasarkan analisis dua fosil gigi yang ditemukan di sebuah tambang batu bara di Provinsi Krabi, Thailand.

Penemuan fosil itu sebenarnya sudah terjadi lebih dari dua dekade lalu, tepatnya pada 2004. Namun, keterbatasan bukti dan teknologi saat itu membuat para peneliti belum bisa memastikan jenis hewan yang memiliki gigi berukuran tidak biasa tersebut.

Ahli geologi dari Departemen Sumber Daya Mineral Thailand, Pannipa Tian, menjadi orang pertama yang menemukan salah satu fosil tersebut. Ia mengaku sempat mengira benda berwarna krem yang ditemukan di antara endapan batu bara itu sebagai tulang.

"Awalnya, saya pikir itu adalah tulang. Saya memperlihatkannya kepada supervisor saya, yang kemudian memberi tahu saya bahwa itu adalah gigi tikus raksasa," ujar Pannipa kepada kantor berita AFP dikutip Minggu, 8 November 2026.

Baca Juga :

Dari Riset Biomedis hingga Farmasi, Ilmuwan asal Indonesia Diakui Dunia

Pada hari yang sama, anggota tim ekspedisi lainnya menemukan fosil gigi geraham berwarna gelap di lokasi penambangan tersebut. Kedua fosil itu kemudian menjadi bahan penelitian untuk mengungkap identitas hewan pengerat purba tersebut.

Cekungan Krabi sendiri telah dikenal sebagai lokasi penemuan berbagai fosil mamalia purba. Sejumlah temuan sebelumnya mencakup fosil primata, hewan karnivora, hingga mamalia berkuku.

Setelah lebih dari 20 tahun, tim peneliti dari Thailand, Prancis, dan Kanada kembali menganalisis kedua fosil tersebut. Pemeriksaan struktur gigi menunjukkan hewan itu memiliki berat sekitar 30 kg, atau setengah dari bobot kapibara besar yang saat ini dikenal sebagai hewan pengerat terbesar di dunia.

Meski memiliki ukuran tubuh yang besar, hewan purba tersebut tidak termasuk dalam kelompok kapibara. Para ilmuwan mengklasifikasikannya ke dalam famili Ischyromyidae, kelompok awal hewan pengerat yang kini telah punah.

Baca Juga :

Prabowo Setujui Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk 18 Tokoh

Pannipa menyebut penemuan tersebut memberikan gambaran baru mengenai keragaman hewan yang pernah hidup di bumi. Ia juga menduga spesies itu kemungkinan berevolusi di wilayah yang kini menjadi Thailand sebelum menyebar ke berbagai kawasan lain.

"Ini menceritakan banyak hal tentang keragaman kehidupan di masa lalu," ungkap Pannipa.

Namun, para ilmuwan belum dapat memastikan seperti apa bentuk tubuh hewan tersebut secara utuh. Jumlah fosil yang baru ditemukan berupa dua gigi juga membuat informasi mengenai pola makan dan perilakunya masih belum diketahui.

Spesies baru itu kemudian diberi nama Yakamys sirindhornae untuk menghormati Putri Sirindhorn dari Thailand. Pemberian nama tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dukungannya terhadap penelitian ilmiah dan bidang paleontologi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy Ajak Warga Kunjungi Sekolah Rakyat di Akhir Pekan, Ini Tujuannya
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Musim Hujan Tiba, Ini Asupan yang Dianjurkan agar Tubuh Tetap Sehat-Tips Kesehatan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pusri Palembang Salurkan 306 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di Sumsel, Realisasi Capai 94 Persen
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Jokowi Perlihatkan Ijazah di Sidang, Pengamat Ungkap Efeknya terhadap Persepsi Publik
• 20 jam laludisway.id
thumb
Prediksi Java United Vs Persib di BRI Super League: Rekor Kandang Laskar Kepodang Emas Diuji Maung Bandung
• 6 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.