Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia ternyata memiliki kelompok kepemimpinan khusus atau leadership group yang beranggotakan tujuh pemain. Keberadaan kelompok tersebut diungkapkan bek skuad Garuda, Rizky Ridho, yang menjelaskan perannya sebagai wadah komunikasi antara pemain dan tim pelatih.
Leadership group menjadi salah satu sarana bagi pemain Timnas Indonesia untuk mendapatkan informasi sekaligus membahas berbagai perkembangan yang berkaitan dengan tim nasional. Kelompok beranggotakan tujuh orang tersebut juga terlibat dalam komunikasi internal ketika skuad Garuda menghadapi perubahan agenda FIFA Matchday November 2026.
Keberadaan kelompok ini menunjukkan bahwa komunikasi di dalam Timnas Indonesia tidak hanya berlangsung melalui instruksi langsung dari pelatih kepada seluruh pemain. Ada wadah khusus yang memungkinkan sejumlah pemain membahas informasi dan perkembangan tim sebelum agenda tertentu dijalankan.
Secara umum, pembentukan leadership group dalam sebuah tim sepak bola dapat membantu memperkuat komunikasi antara pemain dan jajaran pelatih. Kelompok semacam ini juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pandangan pemain, menjaga kebersamaan, serta membangun kepemimpinan di ruang ganti.
Meski demikian, Rizky Ridho belum mengungkapkan identitas seluruh pemain yang tergabung dalam leadership group Timnas Indonesia. Ia hanya memastikan bahwa kelompok tersebut beranggotakan tujuh orang dan menjadi bagian dari komunikasi dengan tim pelatih.
"Kami memiliki leadership group yang beranggotakan tujuh orang. Kami juga mendapat informasi dari pelatih," ujar Ridho usai laga Persija kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (7/11/2026) malam WIB.
Pernyataan Rizky Ridho tersebut disampaikan ketika dirinya menjelaskan situasi di balik batalnya pertandingan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday November 2026. Melalui komunikasi internal, para pemain mendapatkan informasi mengenai berbagai opsi pertandingan yang sebelumnya telah disiapkan.
Timnas Indonesia awalnya dijadwalkan menjalani pertandingan tandang menghadapi Yordania di Amman pada 13 November 2026. Selain melawan Yordania, skuad asuhan John Herdman juga sempat merencanakan pertandingan internasional kontra Kuwait.
Namun, agenda tersebut menghadapi kendala setelah muncul kekhawatiran mengenai kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah. Rizky Ridho mengungkapkan bahwa banyak pemain kurang bersedia menjalani pertandingan di Yordania karena mempertimbangkan situasi yang berkembang di kawasan tersebut.




