Grid.ID - Baru-baru ini kronologi video viral Camat injak punggung pria untuk menyebrangi parit mendadak menjadi perbincangan publik. Pemkab Karo kini siap memberikan teguran.
Publik baru-baru ini dihebohkan dengan kronologi video viral Camat injak punggung pria. Diketahui kejadian itu terjadi di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Dalam video yang beredar, Camat Barusjahe tampak menginjak punggung seorang pria sebagai pijakan.
Kronologi video viral camat injak punggung pria ini menyita perhatian publik. Video itupun beredar luas di jagat maya.
Dikutip dari TribunStyle pada Minggu (8/11/2026), diketahui, video viral itu diunggah oleh akun Facebook Daut Tarigan pada Selasa (3/11/2026). Dalam video yang beredar, diketahui Camat Barusjahe saat itu tengah melakukan survei pembangunan jalan perladangan.
Survei tersebut melibatkan TNI, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta pemerintah desa setempat. Daut menjelaskan bahwa saat itu rombongan harus melalui sebuh parit dengan genangan air.
Daut menyebut bahwa dalam kejadian itu, seorang prajurit TNI secara sukarela menjadi pijakan agar rombongannya bisa melewati parit tersebut. Ia menyebut bahwa tindakan itu merupakan inisiatif prajurit TNI tersebut.
Sedangkan, dikutip dari Kompas.com pada Minggu (8/11/2026), Camat Barusjahe Rion Ginting pun akhirnya buka suara. Dirinya menjelaskan bahwa video yang viral tersebut adalah kejadian pada 2025 lalu.
Saat itu, dirinya belum menjabat sebagai camat. Melainkan menjadi sekretaris camat atau sekcam.
Ia menegaskan bahwa saat itu dirinya dan anggota TNI, tim PUTR, serta perangkat desa tengah melakukan survei untuk akses jalan untuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada 2025 lalu. Ia juga menjelaskan kronologi kejadian itu.
"Itu kejadiannya pada tahun 2025, bang, saat mensurvei jalur TMMD, dari Desa Barusjahe ke desa serdang, saat itu kita perwakilan kecamatan, TNI, dan PUTR, memantau persiapan TMMD 2025," jelasnya.
Saat itu, rombongan hendak melintasi sungai. Kemudian, Serka Harfika yang merupakan pria yang berada dalam rekaman tersebut, melihat aliran air yang cukup besar dan sulit diseberangi.
Serka Harfika yang sudah telanjur basah pun menawarkan diri sebagai pijakan rombongannya. Hal itu bertujuan agar rombongan tidak perlu menceburkan diri.
"Anggota TNI, Serka Harfika, dia yang sudah terlanjur basah melihat kami berada di belakang, dia inisiatif untuk menyodorkan badannya dan mempersilahkan kami untuk melalui punggungnya," jelasnya.
Sedangkan, Serka Harfika sendiri membenarkan kejadian dalam video tersebut. Ia mengatakan bahwa hal itu merupakan inisiatifnya sendiri.
Saat itu, ia melihat ada aliran sungai yang sulit untuk dilewati. Ia kemudian berinisiatif untuk membantu rombongannya melewati sungai tersebit.
"Saya memang dari awal sudah basah dan kebetulan saya berpakaian olahraga, melihat masih banyak teman dan sekcam, saat itu, saya memilih untuk menjadi jembatan agar teman-teman tidak jatuh," jelasnya.
Serka Harfika mengatakan bahwa ia murni ingin memberikan bantuan. Dirinya mengaku berusaha agar rombongannya tetap aman.
"Itu saat pemantauan atau survei jalur TMMD 2025, melihat teman dan tim kesulitan, kita yang mampu memberikan bantuan, dengan cara apa pun agar kawan-kawan aman," jelasnya.
Kejadian ini dinilai tidak pantas oleh Pemkab Karo. Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting mengungkap bahwa pihaknya akan memberikan teguran pada Camat Barusjahe.
Menurutnya, kronologi video viral Camat injak punggung pria ini tak seharusnya dilakukan oleh pegawai pemerintahan. Meskipun hanya sebagai candaan.
"Memang secara etis perbuatan itu kurang etis biarpun hanya seru-seruan, kita akan memberikan teguran nanti," jelasnya.
Pemkab Karo sendiri mengaku akan menindaklanjuti kejadian tersebut. Pihaknya akan segera memberikan teguran meski kejadian ini terjadi tahun lalu. (*)
Artikel Asli




