IDAI: Anak Tetap Berisiko ISPA Meski Kabut Asap Mereda karena Telanjur Terpapar Udara Kotor

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Setelah berbulan-bulan menghadapi kabut asap, anak-anak dan masyarakat Kalimantan sempat merasakan udara yang lebih cerah karena turun hujan. Meski, kini kabut asap kembali menyelimuti wilayah tersebut setelah beberapa hari tidak hujan.

Sayangnya, kalaupun asap karhutla benar-benar mereda, bukan berarti dampaknya terhadap kesehatan anak langsung hilang. Paparan asap selama berbulan-bulan dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan, terutama karena adanya partikel polusi berukuran sangat kecil bernama PM2.5.

Konsultan Respirologi Anak, dr. H. Khairiyadi, M.Kes, Sp.A, Subsp.Respi.(K), menjelaskan bahwa partikel PM2.5 dapat masuk hingga saluran napas bagian bawah. Paparan tersebut kemudian dapat memengaruhi mekanisme pertahanan alami saluran pernapasan.

Dalam seminar media Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Selasa (3/11), dokter Khairiyadi memaparkan sejumlah dampak paparan asap karhutla terhadap kesehatan anak.

PM2.5 Bisa Mengganggu Sistem Pertahanan Saluran Napas Anak

Asap karhutla tidak hanya mengandung PM10, tetapi juga partikel halus PM2.5. Berbeda dengan PM10 yang umumnya tertahan di saluran napas bagian atas, PM2.5 berukuran lebih kecil sehingga dapat masuk hingga saluran napas bawah.

Menurut dr. Khairiyadi, partikel tersebut dapat memengaruhi saluran pernapasan melalui beberapa mekanisme, salah satunya dengan memicu stres oksidatif dan peradangan.

"Selain itu, paparan PM2.5 juga dapat mengganggu silia atau rambut-rambut halus yang membantu mengeluarkan kotoran dari saluran napas. Partikel ini turut memengaruhi lapisan pelindung saluran napas serta sistem fagosit yang berperan dalam pertahanan tubuh terhadap kuman," jelas dr. Khairiyadi saat seminar IDAI (Selasa 3/11).

Akibatnya, kemampuan saluran napas untuk melindungi diri dari zat asing dan mikroorganisme dapat melemah.

"Asap karhutla akan melemahkan saluran napas dan itu bisa berlangsung lama," jelas dr. Khairiyadi dalam seminar tersebut.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena paru-paru dan sistem kekebalan tubuh anak masih dalam tahap perkembangan. Anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun, termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap paparan asap.

Dr. Khairiyadi menjelaskan, anak balita memiliki saluran napas yang lebih kecil dan frekuensi pernapasan yang lebih cepat. Dengan begitu, mereka berisiko lebih besar terdampak polusi udara.

Selain itu, anak-anak usia 5–9 tahun juga perlu diperhatikan karena aktivitas di luar rumah dapat meningkatkan paparan asap.

"Kelompok anak lain yang memiliki risiko lebih tinggi antara lain bayi dengan kondisi malnutrisi, anak dengan penyakit paru atau jantung, serta anak yang mengalami gangguan sistem imun," tambahnya.

Paparan Asap Bisa Memperburuk Asma dan Meningkatkan Risiko Infeksi

Gangguan pada mekanisme pertahanan saluran napas dapat menimbulkan sejumlah dampak kesehatan. Salah satunya adalah memperburuk gejala asma atau menyebabkan eksaserbasi asma pada anak yang sebelumnya sudah memiliki kondisi tersebut.

Selain itu, melemahnya pertahanan saluran napas juga dapat membuat anak lebih rentan mengalami infeksi.

"Secara klinis, dampaknya bisa terjadi eksaserbasi asma, bisa terjadi anak mudah mendapat infeksi," ungkap dr. Khairiyadi.

Ia juga menyebutkan bahwa paparan asap karhutla berpotensi berkaitan dengan penyakit obstruktif dan memengaruhi perkembangan sistem imun dalam jangka panjang.

"Dampak lain bisa terjadi penyakit obstruktif, bahkan memengaruhi perkembangan imun dalam jangka waktu lama. Walaupun evidensnya masih secara teoritis, secara penelitian masih perlu dibuktikan," tambahnya.

Karena itu, meskipun kondisi udara di wilayah terdampak mulai membaik, kesehatan anak yang sebelumnya terpapar asap tetap perlu diperhatikan. Terlebih, anak-anak termasuk kelompok yang lebih rentan karena organ pernapasan dan sistem imunnya masih berkembang, ya, Moms.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Paguyuban Brimob: Sebulan Kapolri Suyudi, Kepercayaan Publik Tembus 80%
• 17 jam laludetik.com
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: Persija Jakarta Vs Persebaya Surabaya
• 19 jam lalubola.com
thumb
Robert Pattinson dan Nicholas Hoult Masuk dalam Persaingan Pemeran James Bond
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Siap-siap! Rekrutmen CPNS 2026 Dibuka Bulan Ini
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Pemadaman Listrik di Gowa Hari Ini 8 November 2026: Berlangsung hingga Dini Hari, Cek Wilayah Terdampak
• 5 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.