JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong perluasan penyelenggaraan event olahraga di Jakarta.
Selain mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
BACA JUGA:Lebih dari 3.000 Pelajar RI Belajar ke Eropa Sejak 2021, Dubes Uni Eropa: Potensinya Masih Besar
Salah satu kegiatan yang akan digelar adalah JEKATE RUN 2026 hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PAM Jaya pada 13 Desember 2026 mendatang.
Ajang lari tersebut menghadirkan dua kategori, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K).
JEKATE RUN 2026 akan mengambil rute di kawasan Jakarta Selatan, dengan Flyover Antasari sebagai salah satu daya tarik utama.
Sementara itu, kawasan Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan akan dijadikan lokasi race villageatau pusat kegiatan peserta
BACA JUGA:Helikopter Super Puma Jatuh Saat Water Bombing, Tiga Kru Dilaporkan Selamat
Pramono menyampaikan hal tersebut saat menghadiri konferensi pers peluncuran JEKATE RUN 2026 di Halte Bendungan Hilir PAM Jaya, Jakarta Pusat pada Minggu, 8 November 2026.
Menurut Pramono, penyelenggaraan kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat secara luas perlu terus diperbanyak. Sebab, olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat memperkuat interaksi sosial antarmasyarakat.
“Saya meyakini, kalau masyarakatnya sehat dan bisa berolahraga dengan baik, berbagai kegiatan juga dapat terselenggara dengan baik. Hal itu pasti menimbulkan rasa senang dan bahagia,” ujar Pramono.
Dia menjelaskan, upaya membangun budaya hidup sehat di Jakarta juga dilakukan melalui perluasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD).
Selain di kawasan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said, Pemprov DKI Jakarta mulai menghadirkan kegiatan serupa di tiga wilayah kota administrasi lainnya secara bertahap.
BACA JUGA:Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Sungai Barito
“Dengan demikian, masyarakat bisa bergerak, tidak malas bergerak, hidupnya makin sehat, dan makin penuh harapan. Yang tidak kalah penting, melalui Car Free Day, silaturahmi dapat terjalin di sepanjang jalan,” katanya.
- 1
- 2
- »





