Jakarta, tvOneenws.com - Mercedes-Benz harus menarik kembali 192 unit mobil mewah S-Class dan Mercedes-Maybach S-Class di Australia setelah ditemukan potensi masalah pada komponen pengereman. Cacat produksi pada selang rem depan dikhawatirkan memicu kebocoran minyak rem hingga mengurangi kemampuan kendaraan untuk berhenti.
Program recall tersebut menyasar unit Mercedes-Benz tertentu yang diproduksi pada periode 2022 hingga 2024. Informasi penarikan juga dipublikasikan otoritas Australia pada 30 Oktober 2026 dengan nomor REC-006757 dan kode kampanye RC5239.
Berdasarkan pengumuman resmi Vehicle Recalls Australia, selang rem pada poros depan berpotensi mengalami kerusakan seiring waktu akibat masalah produksi. Jika komponen tersebut rusak, minyak rem dapat bocor dan menyebabkan kinerja sistem pengereman menurun.
Alhasil masalah ini menjadi perhatian serius karena sistem rem berperan langsung dalam menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang. Penurunan kemampuan pengereman dapat meningkatkan risiko kecelakaan yang berpotensi mengakibatkan cedera hingga kematian, baik bagi penghuni kendaraan maupun pengguna jalan lainnya.
Selang rem merupakan bagian dari sistem hidrolis yang menyalurkan tekanan pengereman menuju roda. Saat terjadi kebocoran minyak rem, tekanan hidrolis dapat berkurang sehingga kemampuan kendaraan untuk memperlambat laju atau berhenti tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Mercedes-Benz Australia/Pacific pun meminta pemilik kendaraan yang masuk dalam daftar recall untuk menghubungi diler resmi terdekat. Pemeriksaan dan perbaikan komponen bermasalah akan dilakukan tanpa biaya bagi pemilik mobil.
Untuk memastikan status kendaraannya, pemilik dapat mencocokkan nomor identifikasi kendaraan atau Vehicle Identification Number (VIN) dengan daftar yang diterbitkan otoritas Australia.
Pengecekan berdasarkan VIN penting dilakukan karena penarikan ini hanya mencakup unit tertentu, bukan seluruh S-Class dan Mercedes-Maybach S-Class keluaran 2022 hingga 2024.
Recall tersebut terdaftar dalam sistem resmi pemerintah Australia sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keselamatan.
Meski jumlah kendaraan terdampak tercatat 192 unit, masalah pada komponen pengereman tetap perlu ditangani karena berkaitan langsung dengan kemampuan mobil dikendalikan saat berkendara.
(ant/nad)




