Rukun Raharja (RAJA) Raih Peringkat idA+ dengan Prospek Stabil

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pefindo menyematkan rating idA+ untuk PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) beserta rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2026 senilai Rp1,5 triliun.

Rukun Raharja (RAJA) Raih Peringkat idA+ dengan Prospek Stabil (Foto: dok RAJA)

IDXChannel - Lembaga pemeringkat Pefindo menyematkan rating idA+ untuk PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) beserta rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2026 senilai Rp1,5 triliun.

"Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar RAJA yang kuat, skema kontrak yang terjamin, dan profil keuangan yang kuat," tulis Pefindo dalam laporannya, Rabu (4/11/2026)
 
Perseroan juga mendapatkan peringkat idA+(sy) untuk rencana penerbitan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahun 2026 senilai maksimal Rp1,3 triliun.

Baca Juga:
Laba Tumbuh 82 Persen, RAJA Tawarkan Obligasi dan Sukuk dengan Imbal Hasil hingga 9 Persen

Dari masing-masing program tersebut, RAJA berencana menerbitkan obligasi tahap I senilai Rp1,25 triliun dan sukuk tahap I sebesar Rp300 miliar. Dengan begitu, total nilai penerbitan tahap pertama kedua instrumen tersebut mencapai Rp1,55 triliun.

Dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang (refinancing) serta memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan.

Baca Juga:
Ekspansi Gerai Topang Kinerja Erajaya (ERAA), Laba Tembus Rp1,08 Triliun hingga Kuartal III

Meski demikian, peringkat RAJA masih dibatasi oleh paparan terhadap fluktuasi harga komoditas, risiko pengembangan proyek, serta konsentrasi bisnis perseroan.

Pefindo menyebut, peringkat RAJA berpeluang mengalami kenaikan apabila perseroan mampu memperkuat integrasi bisnis antarsegmen, terutama pada sektor midstream dan downstream.

Sebaliknya, peringkat RAJA dapat diturunkan apabila perseroan menambah utang jauh di atas proyeksi sehingga melemahkan struktur permodalan dan perlindungan arus kas secara signifikan tanpa diimbangi penguatan kinerja bisnis.

"Kami dapat menurunkan peringkat jika RAJA menambah utang yang jauh lebih besar daripada yang diproyeksikan sehingga melemahkan struktur permodalan dan perlindungan arus kas secara signifikan," tutur Pefindo.

Tekanan peringkat juga dapat terjadi apabila RAJA gagal mempertahankan kontrak jangka panjang yang relatif terjamin, khususnya pada bisnis downstream yang menghadapi risiko penipisan pasokan gas. Selain itu, fluktuasi kondisi ekonomi makro maupun harga komoditas yang berdampak negatif terhadap kinerja operasional dan keuangan juga menjadi faktor risiko.

Sebagai informasi, RAJA menjalankan bisnis transmisi dan distribusi gas bumi di Indonesia yang didukung kontrak pembelian gas dengan Grup Sinarmas.

Perseroan juga memiliki aset konsorsium strategis di sektor midstream melalui kemitraan dengan PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai operator pipa transmisi terbesar. Sementara di sektor hulu, RAJA memiliki hak partisipasi di Blok Jabung, Cepu, dan Madura.

Per 30 September 2026, struktur pemegang saham RAJA antara lain PT Sentosa Bersama Mitra sebesar 35,73 persen, Hapsoro sebesar 27,52 persen, PT Tirta Orisa Yasa sebesar 12,38 persen, publik sebesar 24,02 persen, serta saham treasuri sebesar 0,35 persen.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saat Ekonomi Susah, Kenapa Orang Tetap Suka Beli Barang Mewah dan Mahal?
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Komite Palestina Serukan Gereja Dunia Bersama-sama Bantu Pengungsi Gaza
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KJMU 2026 Cair Bertahap, Mahasiswa Terima Rp9 Juta per Semester
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bulu Tangkis Indonesia Berduka, Pelatih Legendaris Atik Jauhari Meninggal Dunia
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Santiago Peña Mantan Presiden Paraguay Ditahan Usai Dimakzulkan Karena Skandal Bank
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.