Holding Kawasan Industri, PT Danareksa (Persero), memperoleh komitmen investasi sekitar Rp 2,5 triliun pada Indonesia Investment Forum (IIF) 2026 di London, Inggris. Komitmen datang dari investor Inggris dan Belanda
“Realisasi investasi ini mencerminkan kepercayaan dunia terhadap ekonomi Indonesia, terhadap transformasi yang kami jalankan, serta arah jangka panjang Indonesia,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani seperti dikutip Minggu (8/11).
Pada kesempatan itu PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) atau JIEP dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang yang merupakan bagian dari Holding Kawasan Industri Indonesia menandatangani kesepakatan investasi pemanfaatan lahan industri di JIEP serta pengembangan ekosistem infrastruktur digital di KEK Industropolis Batang, Jawa Tengah. Kesepakatan juga disaksikan oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, serta Duta Besar RI untuk Inggris Raya Desra Percaya.
Pada kesempatan tersebut, Rosan menjelaskan realisasi investasi Januari hingga September 2026 mencapai Rp 1.539,2 triliun. Capaian ini tumbuh 7,3% dan separuhnya merupakan investasi dari investor global.
“Kesepakatan di London ini membuktikan bahwa investor global memilih Indonesia dan Holding Kawasan Industri sebagai mitra terpercaya yang menghadirkan ekosistem industri modern yang terintegrasi, dengan layanan andal, SDM berkualitas, serta berorientasi pada keberlanjutan,” kata Direktur Utama Holding Kawasan Industri Indonesia Ngurah Wirawan.
Kedua kesepakatan ini sejalan dengan arah Danantara Indonesia yang mengamanatkan Holding Kawasan Industri Indonesia sebagai tulang punggung daya tarik investasi nasional. Target ini selaras dengan Astacita, terutama dalam membuka lapangan kerja berkualitas, melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi, serta memperkuat nilai tambah di dalam negeri.
Ngurah mengatakan, ke depan, kawasan industri berperan strategis sebagai akselerator ekonomi melalui utilitas yang andal, infrastruktur modern, konektivitas yang terintegrasi, serta SDM berkualitas. Dengan demikian, kawasan akan tumbuh menjadi kota industri modern berkonsep township sebagai tempat aktivitas industri dan kehidupan masyarakat yang tumbuh secara beriringan.
“Amanah yang diberikan Danantara Indonesia mendorong kami untuk menjadikan kawasan industri Indonesia sebagai destinasi investasi dunia, sehingga setiap investasi yang berlabuh memberi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ngurah.
Saat ini Holding Kawasan Industri Indonesia mengelola tujuh kawasan seluas 7.706 hektare di enam provinsi. Terdapat lebih dari 1.200 tenant dari 25 negara dan menghimpun investasi lebih dari US$ 10 miliar serta menyerap lebih dari 300.000 tenaga kerja.




