Program Diskon Transportasi Natal-Tahun Baru Sasar 6,6 Juta Orang

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah meluncurkan Program Stimulus Diskon Transportasi Liburan Natal dan Tahun Baru 2026-2027. Program ini menjangkau empat moda transportasi, yakni kereta api, angkutan laut, penyeberangan, dan angkutan udara.

Sejak 2024, pemerintahan Prabowo Subianto selalu menyelenggarakan program stimulus atau diskon tiket angkutan transportasi pada periode liburan. Kebijakan ini diharapkan mendorong mobilisasi masyarakat sehingga konsumsi masyarakat sebagai basis pertumbuhan ekonomi meningkat.

Total nilai insentif yang dialokasikan pemerintah pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 senilai Rp 883 miliar. Di periode yang sama pada tahun sebelumnya, alokasinya Rp 388 miliar.

Baca JugaBersiap Libur Akhir Tahun, Tiket Pesawat Diskon Mulai 12 Persen

Menjawab pertanyaan wartawan usai peluncuran Program Stimulus Diskon Transportasi Periode Nataru, Jakarta, Minggu (8/11/2026), Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, mengatakan, pemerintah menghadirkan program stimulus guna memperkuat daya beli masyarakat dan membantu perekonomian negara.

Dradjad menilai, keberlanjutan stimulus diperlukan sebab bermanfaat bagi mobilitas masyarakat serta perekonomian nasional dan daerah. Ia mengajak masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal untuk membantu pemerintah mengantisipasi kebutuhan layanan dan menjaga keselamatan selama masa liburan.

“Kemudian, jangan ragu untuk berbelanja karena aktivitas belanja masyarakat akan sangat membantu perekonomian, khususnya di daerah, serta menyebarkan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Program diskon transportasi umum kali ini mencakup penerbangan domestik, kereta api, kapal penumpang PELNI, serta layanan penyeberangan ASDP. Nilai diskon dan masa berlaku bervariasi.

Pada angkutan udara, stimulus berupa diskon tiket 11-12 persen bagi penumpang kelas ekonomi penerbangan domestik. Potongan ini merupakan gabungan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang seluruhnya atau 100 persen ditanggung pemerintah, serta diskon 50 persen atas Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U).

Pada moda kereta api, diskon sebesar 30 persen diberikan untuk perjalanan kelas ekonomi komersial di Pulau Jawa dan Sumatera Utara.

Insentif tersebut berlaku bagi penerbangan pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Tiketnya sudah dapat dibeli sejak 20 Oktober 2026. Program ini menyasar sekitar 3,75 juta penumpang.

Pada moda kereta api, diskon sebesar 30 persen diberikan untuk perjalanan kelas ekonomi komersial di Pulau Jawa dan Sumatera Utara. Program yang menyasar lebih dari satu juta penumpang ini berlaku untuk keberangkatan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

Pembelian tiket telah dibuka sejak 7 November 2026. Diskon diberikan kepada 1.043.896 penumpang. Pembelian tiket dilakukan melalui seluruh kanal resmi penjualan tiket KAI.

Pada penumpang kapal PELNI, akan mendapat potongan 30 persen dari tarif dasar kelas ekonomi di seluruh rute kapal penumpang. Masa berlakunya lebih panjang, yakni untuk perjalanan pada 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Targetnya untuk 414.630 penumpang.

Pada layanan penyeberangan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan atau ASDP, stimulus diberikan melalui pembebasan tarif jasa pelabuhan bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IV A di 14 pelabuhan.

Targetnya, 188.909 penumpang pejalan kaki dan 467.118 unit kendaraan golongan II dan IVA atau setara 1,4 juta jiwa. Pembelian tiket dilakukan melalui aplikasi Ferizy.

Ini mencakup komponen jasa pelabuhan, bukan keseluruhan harga tiket penyeberangan. Program berlaku untuk perjalanan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Tiket sudah dibuka sejak 7 November 2026.

Antisipasi lonjakan perjalanan

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, mengatakan, hasil survei memperkirakan sekitar 120 juta orang akan melakukan perjalanan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Jumlah ini meningkat dibanding 74 juta orang pada 2024 dan 110 juta orang pada 2025.

“Berdasarkan hasil survei, diperkirakan sekitar 120 juta masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke kampung halaman maupun ke tempat-tempat wisata,” ujar Suntana usai acara peresmian.

Guna mengantisipasi mobilitas tersebut, Kementerian Perhubungan atau Kemenhub menyiapkan pemeriksaan kelaikan sarana transportasi atau ramp check. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan kesiapan operasional dan keselamatan berbagai moda transportasi.

Kemenhub juga menyiapkan program mudik gratis bagi penumpang dan pengangkutan sepeda motor. Suntana mengimbau masyarakat mempersiapkan perjalanan dengan memperhatikan kondisi fisik, kendaraan, dan perlengkapan yang dibutuhkan. “Masyarakat juga harus memperhatikan aturan berlalu lintas,” katanya.

Hadirnya program stimulus ini pun disambut baik oleh Aditya (25), warga Kota Tangerang, Banten. Menurut dia, kebijakan itu dapat membantu warga untuk bepergian jika biaya lebih terjangkau.

Namun, ia mempertanyakan kuota dan pemerataan akses bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi yang berbeda. ”Bagaimana manfaat stimulus akan menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran program. Sebagai warga, akhir-akhir ini kita jadi mulai bertanya-tanya dengan hal yang ‘too good to be true’,” katanya.

“Apakah stimulus ini dapat dimanfaatkan oleh semua orang dengan purchasing power yang berbeda?”

Vania (22), seorang karyawati swasta di Jakarta, menilai diskon tiket kereta api dapat membantu meringankan biaya mudiknya ke Purwokerto, Jawa Tengah. Ia mengetahui program itu dari seorang teman. Setelah memeriksa kanal penjualan tiket KAI, ia mendapati sejumlah tiket untuk perjalanan akhir Desember masih tersedia.

”Menurut aku, lumayan ya untuk KAI sendiri itu 30 persen. Ekonomi yang didiskon cukup membantu, walaupun sebetulnya 30 persen ini antara terasa dan tidak terasa,” ujarnya.

Efektivitas stimulus

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai, diskon transportasi Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 dapat meringankan biaya perjalanan masyarakat di tengah menyusutnya pendapatan yang tersedia untuk dibelanjakan.

Menurut dia, tekanan tersebut membuat kelas menengah semakin mempertimbangkan biaya sebelum memutuskan berwisata atau pulang kampung.

”Tidak menutup kemungkinan juga sebagian dari kelas menengah bagian bawah, yang betul-betul mungkin disposable income itu sudah sangat terbatas, ini masih tetap juga tidak berani atau tidak mampu untuk melakukan perjalanan,” katanya.

Baca JugaPemerintah Siapkan Diskon Tiket Pesawat Libur Akhir Tahun

Faisal menjelaskan, efektivitas stimulus bergantung pada besarnya penurunan harga yang benar-benar diterima penumpang. Lantas, pemerintah perlu memastikan operator mampu meneruskan seluruh manfaat insentif kepada masyarakat melalui potongan tarif yang sesuai ketentuan.

Meski berlaku dalam periode terbatas, Faisal melihat stimulus tersebut berpeluang meningkatkan perjalanan masyarakat dan menggerakkan kegiatan ekonomi di daerah tujuan. Dampaknya dapat menjangkau sektor transportasi, pariwisata, hingga usaha UMKM.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zidane Tetap Panggil Kiper Lens yang Kebobolan 9 Gol, Kiper Como Malah Dicoret dari Timnas Prancis
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bawa Sangkur, 3 Begal Babak Belur Diamuk Massa di Depok
• 7 jam laludetik.com
thumb
Hasil kualifikasi F1: Lando Norris pole position di GP Brasil 2026
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Dua Motor Hilang di Surabaya dan Jombang, Berikut Nomor Polisi dan Cirinya
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Penemuan Peneliti Korea Selatan Bisa Bikin Mobil Bensin Tamat
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.