Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan masih terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi. Kebakaran yang dilaporkan di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan bahkan menghanguskan belasan hektare lahan.
Berdasarkan pemantauan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB sejak Sabtu, 7 November 2026 pukul 07.00 WIB hingga Minggu (8/11/2026) pukul 07.00 WIB, sejumlah bencana tersebut masih berdampak pada masyarakat.
Advertisement
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan karhutla terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Kamis, 5 November 2026 sekitar pukul 20.00 WITA.
"Kebakaran melanda kawasan Pegunungan Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Torue, dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai dua hektare. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut," kata Berton dalam keterangan resminya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong bersama TNI, Polri, aparat desa, dan masyarakat setempat berkoordinasi untuk menangani kebakaran tersebut. Upaya pemadaman berhasil dilakukan hingga kobaran api padam sekitar pukul 00.15 WITA pada Jumat, 6 November 2026.
Kebakaran lahan juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Rabu, 4 November 2026 sekitar pukul 10.58 WITA. Menurut Berton, kebakaran dipicu aktivitas pembakaran lahan oleh pemiliknya sehingga mengakibatkan sekitar empat hektare lahan terbakar.
BPBD Kota Kendari bersama tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Hingga Sabtu (7/11), api telah berhasil dipadamkan," jelasnya.
Di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, kebakaran lahan terjadi di Desa Tembe, Kecamatan Rarowatu Utara, pada Kamis, 5 November 2026 sekitar pukul 08.01 WITA. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.
"BPBD Kabupaten Bombana bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat melakukan pemadaman hingga api berhasil dipadamkan," kata dia.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bombana telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan atau Lahan Tahun 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Bombana Nomor 100.3.3.2-899 Tahun 2026, yang berlaku mulai 1 Oktober hingga 30 November 2026.
Sementara itu, karhutla di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dilaporkan terjadi pada Sabtu, 7 November 2026 pukul 13.32 WITA. Api membakar lahan perkebunan milik warga di kawasan Pegunungan Buntu Kamiri, yang meliputi wilayah Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, serta Desa Sampano, Kecamatan Larompong Selatan.
"Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai enam hektare. Api dengan cepat merambat akibat kondisi lahan yang kering disertai angin kencang," terang dia.
BPBD Kabupaten Luwu berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran (Damkar), TNI, dan masyarakat untuk melakukan pemadaman serta pendinginan secara manual. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas, mengingat kondisi medan pegunungan yang terjal.
"Hingga Sabtu malam, api masih terpantau menyala di kawasan Gunung Buntu Kamiri, sedangkan kebakaran di Desa Sampano berhasil dipadamkan pada pukul 19.20 WITA. Dalam penanganan lanjutan, dibutuhkan dukungan peralatan pemadaman dan perlengkapan pelindung diri bagi petugas," jelas dia.




