Pemerintah resmi memulai tahap pelaksanaan program Gentengisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebagai langkah perdana, sebanyak 2,4 juta keping genteng tanah liat hasil produksi perajin lokal di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mulai didistribusikan secara masif ke sejumlah daerah.
Pengiriman material atap berskala raksasa ini mencatatkan sejarah baru dan direncanakan masuk ke dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pengiriman genteng terbanyak. Sebanyak 600 armada truk disiagakan, di mana masing-masing truk memuat 4.000 keping genteng ber-Standar Nasional Indonesia (SNI).
Jutaan genteng tersebut akan disalurkan ke berbagai titik pembangunan dan perumahan rakyat yang tersebar di wilayah DKI Jakarta, Provinsi Banten, dan Jawa Barat.
Pelepasan armada distribusi ini dihadiri langsung oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Sugiono yang mewakili Kemenko PMK, Muhammad Sarmuji mewakili Kementerian Perindustrian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, serta Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama jajaran kepala daerah se-Jawa Barat.
Baca Juga :
34 UMKM Tersertifikasi bakal Produksi 2,4 Juta GentengProgram gentengisasi ini merupakan pilar dari Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus menghidupkan kembali industri material lokal.
Dalam praktiknya, program ini diintegrasikan langsung dengan proyek strategis Kementerian PKP, yakni target pembangunan 3 juta rumah serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program renovasi bedah rumah.
Langkah pemerintah ini membawa angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejauh ini, pemerintah telah memberdayakan lebih dari 30 perajin genteng di sentra Jatiwangi serta empat perajin dari kawasan Plered, Purwakarta untuk memenuhi rantai pasok material tersebut.
Selain seremoni pelepasan truk, acara peluncuran ini juga dirangkai dengan sejumlah agenda pemberdayaan lintas kementerian, mulai dari sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk rumah subsidi, hingga penyerahan sertifikat tanah dari program Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).




