Presiden Israel Tunjuk Gadi Eisenkot Bentuk Koalisi Pemerintahan, Netanyahu Berpotensi Turun Jabatan

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Gadi Eisenkot, mantan Kepala Staf Militer Israel dan pemimpin partai Sentris Yashar, berbicara di Dewan Regional Drom HaSharon di Israel selama peluncuran kampanye pemilihan partainya, Selasa (30/6/2026). (Sumber: AP Photo/Ariel Schalit)

YERUSALEM, KOMPAS.TV –  Presiden Israle Isaac Herzog memberikan kesempatan untuk pemimpin oposisi Gadi Eisenkot untuk membentuk koalisi pemerintahan pada Sabtu (7/11/2026) malam.

Keputusan Herzog ini mengindikasikan tampuk pimpinan pemerintahan Israel akan lucut dari perdana menteri petahana, Benjamin Netanyahu.

"Ini adalah saatnya untuk membentuk pemerintahan nasional darurat. Saya akan mengupayakan segala cara untuk membuktikan bahwa kami layak," ujar Eisenkot di X, dikutip dari Associated Press (AP).

Baca Juga: Pakai Kekerasan! Pemukim Israel Ambil Alih 8 Rumah Warga Palestina | SAPA PAGI

Penunjukan Eisenkot oleh Herzog terjadi setelah diskusi antara sang presiden dengan perwakilan partai-partai utama di parlemen Israel. Kebanyakan perwakilan partai di parlemen bersepakat untuk merekomendasikan Eisenkot untuk ditugaskan membentuk pemerintahan baru.

Eisenkot memiliki waktu enam minggu untuk berunding dan menyusun koalisi pemerintahan.

Tantangan-Tantangan Eisenkot

Tugas menyusun koalisi selama enam minggu akan menjadi tantangan besar bagi Eisenkot mengingat Israel sedang menjadi negara yang terfragmentasi akibat serangan 7 Oktober 2023 dan tiga tahun peperangan di Gaza dan daerah Palestina lain.

Parlemen Israel yang terdiri dari berbagai ideologi membuka terjadinya friksi dan kompromi di dalam tubuh parlemen. Kondisi ini dapat memantik kemarahan konstituen partai-partai yang juga terfragmentasi.

Baik koalisi Netanyahu maupun Eisenkot saat pemilu tidak mendapatkan dominasi penuh di parlemen. Hal ini dikarenakan perolehan 19 kursi oleh partai-partai Arab di Israel. Perlu diketahui, jumlah kursi yang tersedia dalam parlemen Israel atua Knesset adalah 120 kursi.

Baca Juga: Dukungan AS untuk Israel Mulai Retak, Trump hingga JD Vance Berubah Sikap?

Jika Eisenkot berusaha membentuk koalisi dengan partai-partai Arab, friksi akan kembali meruncing akibat kondisi masyarakat pasca-7 Oktober 2023. Belum lagi, menurut Associate Press, keterlibatan partai-partai Arab tergabung dalam koalisi pemerintah hanya terjadi satu kali dalam sejarah politik Israel.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Gregorius Tri Hendrawan Manurung Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Associate Press

Tag
  • Gadi Eisenkot
  • benjamin netanyahu
  • netanyahu turun
  • pemilu israel
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Helikopter BNPB Jatuh di Sungai Barito saat Penanganan Karhutla, Tiga Kru Selamat
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Jangan Asal Memilih Senjata, Kombinasi Equipment Minecraft Vanilla Ini Bisa Membantu Saat Melawan Mob Berbahaya
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Pura-pura Bantu Kecelakaan, Pria di Jayapura Ini Malah Curi Pistol Polisi
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
RI Dapat Bantuan untuk Atasi Karhutla dari Australia di Kaltim, Sasar Titik Api yang Menjalar ke Pemukiman
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Video: Pemerintah Jawab Isu Kekurangan Air di Proyek Data Center
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.