Aktris sekaligus politisi, Desy Ratnasari, mengungkap tantangan besar yang dihadapinya saat memerankan karakter Ummi Shafiah dalam film Hamka: Awal Mula Vol 3. Salah satu hal yang paling menantang bagi Desy adalah, mempelajari langsung bahasa Minang.
Desy mengaku latar belakangnya sebagai orang Sunda, membuatnya harus lebih memperhatikan pelafalan. Ia khawatir aksen Sundanya yang kental, terbawa saat berbicara bahasa Minang. Sehingga membuat dialognya terdengar kurang tepat.
“Pressure paling utama bahasa kali, ya. Lidah Sunda itu kan enggak bisa dibohongin, ya. Masalah ‘a’, ‘a’ gitu kan Sunda itu ini banget,” ujar Desy Ratnasari saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Pengalaman tersebut mengingatkannya pada masa awal berkarier sebagai aktris. Saat itu, proses dubbing masih dilakukannya setelah proses syuting selesai. Sehingga Desy harus betul-betul belajar melafalkan bahasa Indonesia dengan tepat.
“Dulu juga waktu saya memulai karier saya sebagai seorang aktris, ketika dubbing zaman dulu kan belum ada direct sound, jadi dubbing itu benar-benar ‘Desi, a-nya tolong’. Nah, tuh kan Sunda lagi,” tuturnya.
Dalam film Hamka: Awal Mula Vol 3, Desy mengaku jumlah adegannya tidak terlalu banyak. Namun, ia tetap harus menjaga ketepatan pelafalan karena sedikit perbedaan bunyi bisa membuat aksen Minang terdengar berbeda.
“Syutingnya mah sebentar. Scene saya, tuh enggak terlalu banyak ya. Paling 8 sampai 12 scene yang saya ingat. Cuma kan walaupun cuma ngomong saeutik gitu kan kelihatan ya. Misalnya antara ngomong ‘angku’ gitu dengan ‘angku’, kan sudah mulai beda, ketahuan banget,” ungkap Desy.
Meski begitu, Desy bersyukur mendapat arahan langsung dari sang sutradara, Fajar Bustomi, dan mentor bahasa yang membantunya selama proses persiapan. Ia menyebut kesabaran dan kedisiplinan keduanya, bisa membuatnya lancar dalam mengulang dialog hingga pelafalannya sampai dirasa sesuai.
“Alhamdulillah, sih ketemu dengan Mas Fajar Bustomi yang sebagai seorang menurut saya, sih dia sabar banget ya, sabar untuk nungguin. Kalau salah ya oke ulang, terus mentornya juga benar-benar menunggu,” katanya.
Bagi Desy, proses praproduksi menjadi hal penting untuk membantu kelancaran syuting. Persiapan tersebut membuatnya lebih siap saat harus mengeksekusi adegan bersama para pemain dan kru lainnya.
“Pelajaran yang paling penting sekali adalah ya bahasa. Oleh karena itu, itu sangat dijaga banget, jadi saya bersyukur juga punya mentor-mentor yang memang cukup disiplin untuk mengajarkan. Dan praproduksi itu menjadi suatu hal penting menurut saya untuk proses kelancaran dan kemudahan saya untuk bisa eksekusi di lapangan bersama tim yang lain,” tutup Desy.
Film Hamka: Awal Mula Vol 3 turut diperankan sejumlah aktor dan aktris seperti Vino G. Bastian, Rey Bong, Laudya Cynthia Bella, Donny Damara, Reza Rahadian, Ayu Laksmi, Desy Ratnasari, Rifnu Wikana, Mathias Muchus, Marthino Lio, Mawar De Jongh, Wafda Lubis, Ben Kasyafani, Pritt Timothy, Mellya Baskarani, Izzati Khansa, Novita Hardini, hingga Rhesa Putri.
Disutradarai oleh Fajar Bustomi, film yang diproduksi oleh Falcon Pictures bersama Starvision, yang merupakan film ketiga sekaligus penutup trilogi Hamka ini dijadwalkan tayang mulai 19 November 2026.





