Daftar Cabor SEA Games 2027 Dinilai Tak Adil bagi Indonesia

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi (kanan), bertanding melawan Jeong Ji-min dari Korea Selatan (kiri), dan Deng Lijuan dari China (tengah) di final nomor speed putri Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, Rabu (30/9/2026). (Sumber: AP Photo/Dita Alangkara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Sambo Indonesia (PP Persambi) Krisna Bayu menilai penentuan cabang olahraga pada SEA Games 2027 di Malaysia tidak adil.

Keputusan tersebut berpotensi merugikan kontingen tanah air lantaran sejumlah cabang olahraga unggulan Indonesia tidak diikutsertakan dalam kompetisi.

Pencoretan tersebut membuat Indonesia kehilangan potensi medali emas dari cabang panjat tebing, dayung, voli pantai, hingga bulu tangkis pada nomor beregu putra dan beregu putri.

Selain itu, beberapa cabang olahraga lain seperti gulat, catur, jujitsu, kickboxing, bola tangan, dan triathlon juga dipastikan absen.

Baca Juga: SEA Games 2027 Tanpa Panjat Tebing, Indonesia Kehilangan Peluang Medali Emas

Krisna mempertanyakan komitmen tuan rumah Malaysia dan Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) dalam menegakkan asas keadilan bagi seluruh peserta.

Menurut pria yang juga menjabat anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia ini, persoalan tersebut berdampak langsung pada masa depan atlet dan martabat negara kawasan.

"Apakah Indonesia perlu mengambil sikap tegas? Apakah boikot menjadi pilihan? Ataukah sudah waktunya SEAGF melakukan reformasi besar-besaran?," kata Krisna Bayu dikutip dari Antaranews. 

Krisna mengkritik kebiasaan perubahan daftar pertandingan yang cenderung memprioritaskan kepentingan tuan rumah di setiap edisi.

Dia menekankan ajang multicabang ini semestinya tidak dijadikan wadah untuk meraih keuntungan sepihak.

"SEA Games dibangun untuk persahabatan, solidaritas, persaingan sehat, dan semangat fair play. Bukan untuk menjadi panggung yang lebih menguntungkan kepentingan tuan rumah," katanya.

Tak Semata soal Medali

Lebih lanjut, Krisna menegaskan perdebatan ini tidak boleh disederhanakan hanya sebatas hitung-hitungan perolehan medali semata.

Baca Juga: IPL Bersiap Gelar Kompetisi Liga Tenis Meja Elite pada 2027

Nasib serta perkembangan karier para atlet di Asia Tenggara harus menjadi perhatian utama dalam penyusunan regulasi kejuaraan.

"Jangan hanya melihat persoalan ini dari jumlah medali. Mari bicara tentang keadilan bagi atlet dan masa depan olahraga Asia Tenggara," ucap Krisna Bayu.

Sikap krusial ini sejalan dengan pandangan NOC Indonesia yang mengkhawatirkan kerugian bagi para atlet nasional.

Berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif SEAGF pada 30 Oktober 2026, SEA Games ke-34 di Malaysia akan menyelenggarakan 473 nomor dari 43 cabang olahraga.

Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan edisi Thailand 2025 yang mempertandingkan 573 nomor dari 50 cabang olahraga.

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Gilang Romadhan Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Antara

Tag
  • SEA Games 2027
  • Krisna Bayu
  • PP Persambi
  • cabang olahraga
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hampir 30 persen penduduk Kanada alami kesulitan keuangan rumah tangga
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Hasil Parma Vs Bologna: Kartu Merah Ndiaye di Awal Laga Jadi Petaka I Gialloblù
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Kecelakaan Helikopter Super Puma di Sungai Barito, Satu Kru Meninggal Dunia
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pusri Palembang Salurkan 306 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di Sumsel, Realisasi Capai 94 Persen
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Kebakaran di Stasiun Gambir: Asap Sempat ke Peron, Perjalanan KA Tetap Normal
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.