PKP dan pemda tanggung jawab selesaikan pembayaran sopir truk genteng

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Majalengka (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Majalengka bertanggungjawab menyelesaikan pembayaran kepada 136 sopir dan kenek pengantar genteng yang terlibat dalam peluncuran program gentengisasi di Majalengka, Jawa Barat.

"Ya yang penting, kita bertanggung jawab. Semua harus mendapatkan haknya karena program ini merupakan pesanan terbesar sepanjang sejarah genteng Jatiwangi, Majalengka yaitu 2,4 juta genteng," kata Maruarar atau disapa Ara di Majalengka, Jawa Barat pada Minggu.

Ia menjelaskan, program ini telah memperkuat industri genteng Jatiwangi, dimana 34 UMKM perajin genteng dibina untuk mendapatkan SNI dan akhirnya mendapat pesanan genteng rumah terbesar.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman juga siap bertanggung jawab terkait penyelesaian pembayaran kepada sebagian sopir dan kenek truk pengangkut genteng.

"Barusan kami cek re-cek, jumlah truk itu 482 truk. Dari jumlah itu, ada 136 truk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), sudah dibayar. Kemudian ada 206 truk konvensional, sudah dibayar. Sisanya ada 136 truk. Untuk yang 136 truk kami klarifikasi ke koperasi, ini miskomunikasi," katanya.

Ia menjelaskan, koperasi belum mau membayar upah supir dan kernet karena ingin ada kejelasan. "Ini masalah administrasi saja. Kami Pemda Kabupaten Majalengka, Provinsi bertanggung jawab semua pasti dibayar! Sekarang kita selesaikan," kata Herman.

Baca juga: Pemkab Majalengka perluas pasar genteng melalui program nasional

Baca juga: Gubernur Jabar siapkan asuransi bagi pekerja industri genteng rakyat

Ara mengapresiasi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Majalengka. Dirinya kemudian meminta agar ke depannya persoalan administrasi seperti ini dapat diselesaikan terlebih dahulu.

Menurut dia, pemerintah harus bisa menerima masukan dan kritik, harus terus belajar dan berbenah untuk membangkitkan UMKM genteng di Majalengka.

"Kita memang harus terus belajar dan berbenah. Pemerintah juga harus bisa menerima masukan, bahkan kritik sekalipun. Dan hari ini saya katakan kita masih banyak kekurangan, mohon maaf. Ya, tapi inilah langkah awal untuk membangkitkan industri genteng di Jatiwangi, Majalengka," katanya.

Maruarar menjelaskan genteng produksi UMKM Majalengka tersebut akan dikirim ke berbagai daerah di Jawa Barat. Pengiriman juga direncanakan melalui titik distribusi di Kebumen, Jawa Tengah, dan Trenggalek, Jawa Timur.

Ia mengatakan di Jawa Barat terdapat sekitar 49.000 rumah yang direnovasi melalui program bedah rumah pada 2026.

Kebutuhan material untuk renovasi rumah menjadi salah satu konteks distribusi genteng produksi UMKM tersebut.

Industri genteng Majalengka telah berkembang sejak 1905 dan selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan masyarakat, terutama di kawasan Jatiwangi sehingga dikenal sebagai Genteng Jatiwangi.

Baca juga: Maruarar: 2,4 Juta genteng UMKM Majalengka siap dikirim 8 November

Baca juga: Menteri PKP tegaskan pentingnya jaga kualitas material Gentengisasi




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jose Mourinho Ungkap Kunci Sukses Transformasi Real Madrid
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
HUT ke-419 Makassar: Warga Nikmati Sembako Murah di Festival Pangan
• 8 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Petanque, Cabor Pendatang Baru Sumbang Emas untuk Maros
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Sundul Hugo Samir hingga Diusir, Mufli Hidayat Beri Klarifikasi Bongkar Provokasi Soal Keluarga
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Kebakaran di Stasiun Gambir Padam, Tak Ada Perjalanan Kereta yang Terganggu
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.