Pantau - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin meninjau langsung sejumlah infrastruktur perkeretaapian di Jawa Tengah untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Peninjauan dilakukan pada Jembatan BH 1109 KM 303+6/7 lintas Prupuk–Linggapura di wilayah Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto serta dua titik perlintasan di lintas Tegal–Slawi.
Dua lokasi perlintasan tersebut berada di KM 7+200 dan JPL 16A KM 7+080 yang menjadi bagian dari pemeriksaan infrastruktur dan fasilitas keselamatan.
Bobby bersama jajaran operasional KAI memeriksa kondisi jalur, jembatan, serta perkembangan fasilitas perlintasan yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
“Setiap lintas memiliki karakteristik yang berbeda. Kami melihat langsung kondisi jembatan, jalur, dan perlintasan untuk memastikan kebutuhan penanganannya sesuai dengan kondisi di lapangan. Harapannya, perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat di sekitar jalur dapat berlangsung semakin baik,” ujar Bobby.
KAI Bangun 190 Gardu PerlintasanPeninjauan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan keselamatan perlintasan sebidang yang tengah dijalankan KAI di berbagai wilayah operasional.
Program tersebut mencakup pembangunan sebanyak 190 gardu perlintasan yang dilengkapi fasilitas pendukung berupa palang pintu dan perlengkapan operasional penjagaan.
Hingga 5 November 2026, sebanyak 24 titik perlintasan telah beroperasi menggunakan fasilitas hasil pengembangan.
Lokasi tersebut tersebar di wilayah Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 3 Cirebon, Daop 4 Semarang, Daop 7 Madiun, dan Daop 8 Surabaya.
Sementara itu, pembangunan dan peningkatan fasilitas pada titik lainnya masih dilakukan secara bertahap.
Pekerjaan yang dilaksanakan mencakup penyelesaian fasilitas fisik serta kesiapan perlengkapan operasional untuk mendukung keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api.
Keselamatan Pengguna Jalan Jadi PerhatianBobby menegaskan peningkatan keselamatan perlintasan sebidang menjadi perhatian KAI karena lokasi tersebut digunakan bersama oleh kereta api dan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan fasilitas harus disertai kesiapan petugas serta peralatan operasional di setiap lokasi.
“Perlintasan merupakan ruang yang digunakan bersama oleh perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Kami terus melengkapi fasilitasnya secara bertahap, dengan memperhatikan kesiapan petugas dan peralatan di setiap lokasi. Kami ingin hasil pekerjaan ini memberi manfaat bagi masyarakat yang melintas setiap hari,” kata Bobby.
KAI juga terus mengevaluasi kondisi perlintasan sebidang bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik serta kebutuhan penanganan pada masing-masing lokasi.
Upaya tersebut mencakup peningkatan fasilitas keselamatan, pengaturan operasional, dan koordinasi terhadap titik perlintasan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Hasil Peninjauan Jadi Dasar Evaluasi InfrastrukturPeninjauan di lintas Prupuk–Linggapura dan Tegal–Slawi menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap infrastruktur perkeretaapian.
KAI menggunakan hasil pemeriksaan lapangan untuk menentukan kebutuhan pekerjaan berikutnya sesuai kondisi jalur dan fasilitas keselamatan.
Bobby menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata bagi keselamatan perjalanan kereta api maupun aktivitas masyarakat.
“Perkembangan di lapangan menjadi bahan evaluasi kami untuk menentukan pekerjaan berikutnya. Yang terpenting, fasilitas yang dibangun dapat berfungsi dengan baik dan mendukung keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat,” tutup Bobby.
Melalui pemeriksaan langsung dan pengembangan fasilitas perlintasan, KAI melanjutkan upaya peningkatan keselamatan operasional di berbagai daerah.




