Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares Mengaku Sedih, Pemain Frustrasi Usai Kalah dari Persija: Tanda Bajul Ijo Mundur dari Persaingan Juara?

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Persebaya Surabaya tengah berada dalam situasi sulit. Kekalahan dari Persija Jakarta pada pekan kesembilan Super League 2026/2027 bukan sekadar kehilangan tiga poin, tetapi juga menjadi pukulan bagi mentalitas skuad Bajul Ijo yang sedang berusaha menjaga persaingan di papan atas.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, bahkan tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya pulang tanpa membawa poin dari Jakarta. Kondisi ruang ganti Green Force disebut dipenuhi kesedihan. Sejumlah pemain bahkan merasa frustrasi karena usaha keras sepanjang pertandingan tidak berbuah hasil.

Persebaya harus mengakui keunggulan Persija dengan skor tipis 0-1 di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (7/11/2026) malam WIB.

Gol tunggal Ivan Mamut pada menit ke-89 menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Persebaya yang sempat mampu memberikan perlawanan akhirnya harus kehilangan poin ketika pertandingan tinggal menyisakan beberapa menit.

Kekalahan ini semakin memperpanjang periode sulit yang dialami Green Force. Mereka belum mampu meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir di seluruh kompetisi.

Sebelum takluk dari Persija, Persebaya lebih dahulu tersingkir dalam persaingan di ajang League Cup setelah dikalahkan Kendal Tornado FC. Mereka kemudian hanya bermain imbang melawan Persijap Jepara pada pekan kedelapan Super League.

Rentetan hasil tersebut tentu bukan situasi ideal bagi tim yang memiliki ambisi bersaing memperebutkan gelar juara. Apalagi, Persebaya sebelumnya datang ke Jakarta dengan kepercayaan diri untuk mencuri poin dari salah satu rival kuatnya.

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain.

Tavares mengakui kekalahan tersebut memberikan dampak emosional bagi para pemain. Menurutnya, anak asuhnya merasa terpukul karena sudah mengerahkan seluruh kemampuan untuk mendapatkan hasil positif.

“Mengenai kondisi ruang ganti, para pemain sangat sedih. Ada pemain yang merasa frustrasi karena sudah memberikan segalanya di lapangan, namun sayangnya kami tetap kalah,” ungkap Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan kontra Persija, Sabtu (7/11/2026).

Kondisi tersebut memperlihatkan betapa besar kekecewaan yang dirasakan skuad Persebaya. Mereka sebenarnya memiliki kesempatan untuk membawa pulang hasil positif, tetapi kehilangan konsentrasi dan efektivitas pada momen-momen penting.

Tavares Soroti Peluang yang Terbuang

Jika melihat jalannya pertandingan, Tavares menilai Persebaya sebenarnya mampu memberikan perlawanan yang cukup baik, khususnya pada babak pertama.

Bahkan, menurut pelatih asal Portugal tersebut, peluang terbaik pada paruh pertama justru menjadi milik timnya.

Persebaya beberapa kali mampu mengancam pertahanan Persija. Ramadhan Sananta disebut mendapatkan tiga kesempatan untuk membahayakan gawang lawan, sedangkan Rivera juga memiliki satu hingga dua peluang.

Sebaliknya, Tavares menilai Persija tidak terlalu banyak menciptakan ancaman berarti pada babak pertama. Dia hanya mengingat satu percobaan tembakan dari luar kotak penalti.

“Mengenai pertandingan, menurut saya pada babak pertama peluang-peluang terbaik adalah milik kami. Tiga kali Sananta mengancam gawang, lalu satu atau dua kali lewat Rivera. Dari tim lawan, saya hanya mengingat satu tembakan dari luar kotak penalti,” tuturnya.

Sayangnya, dominasi peluang tersebut tidak mampu dikonversi menjadi gol. Persebaya gagal memaksimalkan kesempatan yang didapat sehingga Persija masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan pada babak kedua.

Memasuki paruh kedua, permainan Persija mengalami peningkatan. Macan Kemayoran tampil lebih agresif dan mulai memberikan tekanan lebih besar terhadap pertahanan Green Force.

Tavares mencatat Persija mampu melepaskan tiga hingga empat tembakan ke arah gawang Persebaya. Salah satu peluang tersebut akhirnya berbuah gol melalui Ivan Mamut menjelang pertandingan berakhir.

Di sisi lain, Persebaya sebenarnya masih memiliki kesempatan melalui skema transisi. Namun, buruknya pengambilan keputusan membuat peluang-peluang tersebut tidak berkembang menjadi ancaman yang benar-benar membahayakan.

“Pada babak kedua, mereka memiliki tiga hingga empat tembakan ke arah gawang kami dan mencetak satu gol di menit-menit akhir. Kami memiliki beberapa momen transisi, tetapi pengambilan keputusan kami terkadang kurang baik,” jelasnya.

Kegagalan memanfaatkan peluang menjadi persoalan yang harus segera dibenahi Persebaya. Dalam pertandingan dengan persaingan ketat, efektivitas penyelesaian akhir sering kali menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.

Persaingan Juara Mulai Menjauh?

Kekalahan dari Persija membuat perjalanan Persebaya di Super League musim ini semakin menantang. Tiga pertandingan terakhir tanpa kemenangan menjadi sinyal bahwa Green Force harus segera menemukan kembali konsistensi permainan.

Bagi Tavares, kekalahan di JIS terasa semakin menyakitkan karena target timnya bukan sekadar mencuri satu poin. Persebaya datang dengan ambisi membawa pulang kemenangan.

Namun, Persija mampu memanfaatkan peluang pada penghujung laga, sementara Persebaya gagal melakukan hal serupa.

“Saat ini semua orang merasa sangat sedih karena kami datang ingin meraih poin di sini, bahkan bukan hanya satu poin, kami ingin membawa pulang tiga poin. Akan tetapi, Persija berhasil mencetak gol dan kami tidak. Selamat untuk Persija,” papar Tavares.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan Persebaya mempertahankan persaingan dalam perebutan gelar juara Super League 2026/2027.

Meski demikian, terlalu dini menyimpulkan Bajul Ijo telah mundur dari persaingan. Kompetisi masih panjang dan peluang untuk memperbaiki posisi tetap terbuka. Syaratnya, Persebaya harus segera menghentikan tren negatif dan kembali menemukan ketajaman di lini depan.

Tavares juga tidak ingin mengabaikan perjuangan para pemainnya. Di tengah kekecewaan akibat kekalahan, dia tetap memberikan apresiasi kepada seluruh anggota tim yang telah berusaha maksimal.

Pelatih berusia 46 tahun tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada Bonek dan Bonita yang datang langsung ke Jakarta International Stadium untuk memberikan dukungan.

Menurutnya, kehadiran suporter menjadi bentuk dukungan penting bagi Persebaya, meskipun hasil pertandingan kali ini belum sesuai harapan.

“Selamat untuk Persija atas kemenangannya. Selamat. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para suporter, Bonek dan Bonita yang telah hadir di sini hari ini untuk mendukung kami. Sayangnya kami kalah, ini bukan hasil yang kami inginkan. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemain kami yang telah berusaha memberikan yang terbaik,” pungkas Tavares.

Kini, pekerjaan rumah Persebaya bukan hanya mengembalikan kepercayaan diri pemain, tetapi juga membenahi efektivitas serangan dan menjaga konsentrasi hingga pertandingan benar-benar berakhir.

Sebab, dalam persaingan menuju gelar juara, kehilangan poin pada menit-menit akhir bisa menjadi kerugian besar. Persebaya harus segera bangkit jika tidak ingin semakin tertinggal dari para pesaingnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi Bali United Vs Persik Kediri di BRI Super League: 17 Gol dalam 4 Laga Home, Serdadu Tridatu Siap Teror Macan Putih
• 19 jam lalubola.com
thumb
Ditangkap Warga, Pencuri Motor Eks Tukang Cilok Beraksi Tiga Kali | BORGOL
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Mengapa Kopasgat TNI AU Identik dengan Baret Jingga? Ini Sejarah dan Maknanya
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Presiden Prabowo Gelar Pertemuan dengan 10 Mantan Kapolri di Hambalang
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komite Palestina Serukan Gereja Dunia Bersama-sama Bantu Pengungsi Gaza
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.