Jakarta: Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengajak seluruh masyarakat untuk mencegah kemunduran bangsa imbas polemik penyadapan. Pasalnya, penyadapan tersebut menyasar Presiden Prabowo Subianto hingga sejumlah menteri.
“Apa ini artinya bagi kita? Ini artinya kita bukan semakin maju. Kita bergerak mundur ke belakang. Itu yang kita harus cegah,” ujar Surya Paloh saat menghadiri agenda NasDem Bugar Berbagi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu, 8 November 2026.
Baca Juga :
Surya Paloh Santai Tanggapi Namanya Diduga Masuk Daftar Target PenyadapanSurya Paloh menilai bahwa polemik semacam ini menunjukkan Indonesia masih terjebak dalam persoalan-persoalan kontraproduktif. Ia menyayangkan kondisi tersebut terjadi di tengah era persaingan global yang menuntut setiap negara untuk bergerak cepat melakukan inovasi.
Menurut Surya Paloh, di saat bangsa-bangsa lain sudah berlari kencang mengantarkan kemajuan bagi rakyatnya, Indonesia justru masih berputar-putar pada permasalahan yang memprihatinkan. Jika praktik semacam itu terus dibiarkan berlarut-larut, Surya Paloh menegaskan hal tersebut menjadi indikator nyata kemunduran kehidupan berbangsa.
“Kita masih berputar, permasalahan-permasalahan yang sebetulnya memprihatinkan kita,” tutur Surya Paloh.
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Guna mencegah kemunduran tersebut, Surya Paloh menyerukan agar seluruh pihak menghentikan kepentingan sesaat dan mulai menyusun strategi jangka panjang. Ia menegaskan bahwa masa depan Indonesia menuntut keterlibatan aktif dan panggilan kesadaran dari seluruh elemen anak bangsa.
“Tidak lagi memberikan kesempatan hanya bermain main di antara satu sama lain bagi dasar kepentingan sesaat. Strategi jangka panjangnya kita perlukan,” tegas Surya Paloh.




