Ketiga tim tersebut mengembangkan desain chip untuk menjawab kebutuhan teknologi, mulai dari keamanan identitas digital hingga pengembangan robot berbasis kecerdasan artifisial (AI). Inovasi ini menunjukkan potensi talenta lokal dalam menghasilkan solusi teknologi yang dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan industri.
Tiga tim finalis tersebut adalah Casa Tubagus dan iSeeDesignITB dari Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Digilarp dari Universitas Indonesia (UI). Dalam babak final pitching, masing-masing tim mempresentasikan pendekatan teknologi, permasalahan yang ingin diselesaikan, serta potensi penerapan desain chip yang dikembangkan.
Tim Casa Tubagus meraih juara pertama melalui inovasi desain chip keamanan yang memanfaatkan sidik jari fisik unik pada setiap chip sebagai identitas untuk mencegah pemalsuan dan penggandaan. Teknologi tersebut secara khusus diarahkan untuk meningkatkan keamanan paspor elektronik (e-paspor).
Juara kedua diraih Tim iSeeDesignITB melalui inovasi desain chip berbasis AI untuk membantu robot bergerak secara lebih cerdas, aman, dan efisien, terutama ketika beroperasi di lingkungan yang sama dengan manusia.
Baca Juga :
Inovasi Chip Lokal Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital IndonesiaSementara itu, Tim Digilarp dari UI meraih juara ketiga melalui pengembangan desain keamanan chip untuk melindungi kunci enkripsi dan data sensitif pada e-paspor dari upaya peretasan melalui serangan fisik.
Beragam solusi yang dikembangkan ketiga tim tersebut memperlihatkan peluang penerapan teknologi chip pada sejumlah sektor, termasuk keamanan digital, identitas elektronik, dan robotika. Pengembangan teknologi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan riset dan inovasi di dalam negeri.
Peruri Chip Hackathon 2026 diikuti 98 tim pendaftar yang melibatkan 338 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di Indonesia. Melalui proses seleksi dan kurasi, lima tim terpilih mengikuti bootcamp intensif pada 18–20 Oktober 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dari tahapan tersebut, tiga tim kemudian melaju ke babak final.
Dalam kompetisi ini, peserta ditantang mengembangkan inovasi desain chip melalui empat bidang, yakni Secure Identity & Security Element Chip, Hardware Cryptography Accelerator, AI/Edge Accelerator, dan Secure Communication. Keempat bidang tersebut mencakup pengembangan teknologi untuk kebutuhan keamanan identitas, kriptografi, kecerdasan artifisial, serta komunikasi yang aman.
Direktur Digital Business Peruri Edwin Purwandesi mengatakan pengembangan talenta dalam negeri menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kemandirian teknologi nasional.
“Sejalan dengan arahan Presiden terkait kemandirian teknologi semikonduktor, Peruri berupaya mempersiapkan talenta nasional melalui Peruri Chip Hackathon. Kami berharap inisiatif ini dapat terus dikembangkan agar dalam dua hingga lima tahun ke depan, Indonesia memiliki talenta yang semakin siap dan berpengalaman di bidang teknologi semikonduktor,” ujar Edwin.
Melalui kompetisi tersebut, pengembangan talenta diharapkan dapat berjalan beriringan dengan eksplorasi inovasi dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri. Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di bidang desain chip menjadi salah satu modal untuk memperkuat kapasitas teknologi dalam negeri.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi yang memiliki potensi penerapan lebih luas sekaligus mendukung pengembangan industri teknologi nasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Kebutuhan Industri Digital Buka Peluang Pengembangan Teknologi Chip Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/4ba1QxJb-kebutuhan-industri-digital-buka-peluang-pengembangan-teknologi-chip
(KIE)





