Pantau - Kelompok seni asal Cape Town, Afrika Selatan, EOAN Group School of Performing Arts, menampilkan tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dalam kegiatan Indonesian Folk Market (IFM) 2026 yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman KJRI Cape Town tersebut menarik 4.088 pengunjung dan menghadirkan beragam pertunjukan seni, kuliner Nusantara, serta produk unggulan Indonesia.
Konsul Jenderal RI di Cape Town Tudiono mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan Indonesia dan Afrika Selatan melalui interaksi langsung antarmasyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin terus merawat kedekatan tersebut dan membangun hubungan yang semakin erat, tidak hanya antarpemerintah, tetapi juga antarmasyarakat kedua negara,” kata Tudiono dalam siaran pers KJRI Cape Town, Minggu (8/11/2026).
IFM 2026 mengusung tema Celebrating Friendship, Bridging Cultures yang menekankan pentingnya persahabatan dan pertukaran budaya antara kedua negara.
Kelompok Seni Lokal Bawakan Tarian NusantaraEOAN Group School of Performing Arts membawakan sejumlah tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Aceh, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa, dan Makassar.
Keterlibatan kelompok seni lokal tersebut menunjukkan partisipasi masyarakat Afrika Selatan dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
Selain tarian Nusantara, panggung IFM 2026 turut dimeriahkan penampilan Ikamva Marimba dan Cape Town Minstrels.
Kedua kelompok tersebut menghadirkan musik serta tradisi kesenian Afrika Selatan yang melengkapi rangkaian pertunjukan budaya.
Perpaduan penampilan seni Indonesia dan Afrika Selatan menjadikan IFM sebagai ruang pertemuan masyarakat dari dua latar belakang budaya.
Kuliner Indonesia Jadi Daya Tarik PengunjungSelain pertunjukan seni, kawasan kuliner menjadi salah satu pusat keramaian selama penyelenggaraan IFM 2026.
Pengunjung dapat menikmati berbagai makanan khas Indonesia, seperti rendang, sate, nasi kuning, nasi uduk, bakso, mi ayam, nasi Padang, dan ayam Taliwang.
Beragam jajanan tradisional serta olahan tempe juga diperkenalkan kepada masyarakat Afrika Selatan.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan lokakarya membatik dan kerajinan tangan sebagai bagian dari pengenalan budaya Nusantara.
Produk batik, perhiasan, busana Muslim, serta berbagai kerajinan Indonesia juga dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
IFM Buka Peluang Promosi Produk IndonesiaIFM 2026 tidak hanya menjadi ajang pertukaran budaya, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk Indonesia kepada konsumen Afrika Selatan.
Sejumlah produk kecantikan dan kesehatan turut ditampilkan, termasuk produk dari Kalbe dan Geliga.
Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Johannesburg juga berpartisipasi dengan menghadirkan produk dari merek Indonesia, yakni Mayora, KARA, dan Caffino.
Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan produk Indonesia sekaligus membuka peluang promosi dan perdagangan di pasar Afrika Selatan.
Jumlah Pengunjung Meningkat Dibandingkan 2025KJRI Cape Town mencatat sebanyak 4.088 orang menghadiri IFM 2026.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun 2025 yang menarik sekitar 3.000 pengunjung.
Sejak 2023, KJRI Cape Town telah menyelenggarakan IFM sebanyak lima kali di Afrika Selatan, termasuk kegiatan tahun ini.
Sebelumnya, kegiatan tersebut telah digelar tiga kali di Cape Town dan satu kali di Mossel Bay.
Melalui penyelenggaraan IFM 2026, KJRI Cape Town melanjutkan upaya memperkenalkan kebudayaan dan produk Indonesia sekaligus memperkuat hubungan masyarakat kedua negara.




