Jakarta, VIVA - Aparat kepolisian menemukan dua senjata tajam berupa kapak dan belati di lokasi penyerangan jemaah Masjid Darul Ma'arif, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Kini, polisi juga tengah mendalami motif pelaku, termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam aksi tersebut.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi menjelaskan pihaknya turut mengamankan dua tabung gas elpiji 3 kilogram dan bahan bakar jenis bensin dari pelaku berinisial F itu.
"Dari informasi awal, ditemukan sejumlah barang yang diduga telah dipersiapkan oleh terduga pelaku, di antaranya dua senjata tajam berupa kapak dan belati, dua tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, serta bahan bakar jenis bensin," ujar Made, Minggu (8/11/2026).
"Seluruh barang tersebut telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut," sambungnya.
Polisi juga masih memeriksa latar belakang pelaku untuk mengetahui alasan penyerangan tersebut. Termasuk kemungkinan adanya motif ideologi atau keterkaitan dengan jaringan tertentu.
"Kami tidak ingin berspekulasi dan akan mendasarkan setiap kesimpulan pada fakta serta alat bukti yang diperoleh dalam proses penyidikan," ujarnya.
Diketahui, Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 04.15 WIB. Saat jemaah sedang melaksanakan salat Subuh berjemaah, mereka melihat kobaran api di depan pintu masjid.
Sejumlah jemaah kemudian berupaya memadamkan api tersebut. Namun, situasi justru semakin mencekam ketika terjadi penyerangan menggunakan senjata tajam di dalam masjid.
"Beberapa jamaah kemudian berupaya memadamkan api tersebut. Namun, di tengah situasi tersebut, terjadi penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap tiga orang jamaah di dalam masjid," kata Made.
Akibat serangan tersebut, tiga jemaah mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam. Seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Dua korban dibawa ke RS Islam Pondok Kopi, sedangkan satu korban lainnya dirawat di RS Harum.
"Kami terus berkoordinasi untuk memantau kondisi para korban dan memastikan mereka mendapatkan penanganan medis yang diperlukan," tuturnya.





