Cerita Sulitnya Heli BNPB Tembus Desa Terisolasi Sumut Kirim Bantuan Bencana

detik.com • 18 jam yang lalu
Cover Berita
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan kepada warga Desa Sihaporas, Sumatra Utara (Sumut) yang terisolasi akibat bencana banjir. Bantuan dikirimkan melalui helikopter.

"Ini bukan penerbangan rutin, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang menjadi taruhan sebuah janji yang harus ditepati kepada warga Desa Sihaporas, salah satu kawasan di Sumatra Utara yang terisolasi akibat bencana hidrometeorologi," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari kepada wartawan, Minggu (30/11/2025).

Baca juga: Malaysia Konfirmasi 1 Warganya Hilang di Sumbar Diduga Terdampak Longsor

Abdul menceritakan perjalanan helikopter itu tidak mudah. Salah satunya karena faktor cuaca yang membuat pilot diuji skil menerbangkan helikopternya.

"Di ketinggian jelajah, awan-awan tebal menggumpal liar, menjelma menjadi dinding raksasa yang secara agresif mengepung jalur terbang," kata dia.

"Pilot veteran terpaksa beradu keahlian dengan visibilitas yang nyaris nol. Mereka harus memutar rotor ke segala arah, mencari celah sempit di antara massa uap air yang membeku," tambahnya.

Kesulitan tak berhenti di sana, pilot masih menghadapi tantangan untuk mencari tempat pendaratan helikopter yang memadai. Pada akhirnya helikopter didaratkan di samping sungai.

"Di Sihaporas, tidak ada helipad yang memadai. Opsi menggunakan lapangan terbuka (seperti lapangan sekolah) ditolak keras, sebab pilot tahu, downwash dari baling-baling raksasa bisa merobohkan atap rumah warga," ujarnya.

Bantuan berupa makanan, obat, hingga kebutuhan lainnya diberikan kepada warga. Usai bantuan tiba, warga bergotong royong memindahkannya ke tempat aman.

"Kotak-kotak jingga berisi logistik BNPB seperti makanan, obat-obatan, kebutuhan dasar diturunkan," kata dia.

Baca juga: Akses ke Sibolga Masih Putus, Bantuan Difokuskan Lewat Udara dan Laut

Sebelumnya, Polda Sumatra Utara (Sumut) mencatat sekitar 28 ribu orang mengungsi imbas bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayahnya. Saat ini, pihak kepolisian bersama instansi lainnya terus melakukan penanganan.

"Polda Sumut saat ini masih menangani untuk penanggulangan bencana dan kami laksanakan yang terkena imbas dari bencana ada 21 polres jajaran. Untuk pengungsi yang terdata di Polda Sumut ada 28.427 orang," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry kepada wartawan, Sabtu (29/11).

Menurutnya, wilayah yang paling berat terdampak ada di Tapanuli Tengah. Sebanyak 1.500 personel telah dikerahkan untuk penanganan kebencanaan.

"Kami sudah melakukan upaya dan sudah menurunkan kurang lebih personel 1.500-an. Kami juga sudah melakukan upaya seperti melakukan evakuasi," jelasnya.

Untuk korban meninggal dunia berdasarkan data terbaru ada 147. Sementara masih ada juga 176 orang yang dilaporkan menghilang usia bencana.

"Untuk korban saat ini ada 147 yang meninggal menurut data Polri. Kemudian yang luka-luka ada 722. Sedangkan yang hilang saat ini ada 176 orang," sebutnya.




(ial/idn)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Baca juga:

thumb
thumb
thumb
thumb
7 Tanaman yang Bisa Berbahaya untuk Kucing
• 21 jam yang lalubeautynesia.id
thumb
Berhasil disimpan.