TNI Angkatan Laut (TNI AL) turut berupaya untuk mempermudah komunikasi para korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang masih terisolasi akibat jaringan komunikasi terputus.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) guna mempercepat pemulihan sinyal di wilayah terdampak.
“Mungkin ada nanti hotline ya. Hotline akan diberikan baik oleh Angkatan Laut maupun BNPB maupun pasukan TNI dan Basarnasdi sana nanti. Nanti kita akan umumkan ya, nanti coba dicek hotline-hotline-nya agar mereka bisa membantu,” ujar Ali saat pelepasan bantuan kemanusiaan di Komando Lintas Laut Militer, Koja, Jakarta Utara, Minggu (30/11).
“Mungkin kita juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Komdigi untuk mempermudah sinyal, terutama untuk bisa dihidupkan kembali di wilayah-wilayah yang terdampak bencana,” lanjutnya.
Saat ini, Ali menyebut, wilayah paling terdampak berada di Aceh dan Sibolga, begitu pula dengan Nias yang mengalami akses logistik terputus.
“Yang paling rawan, yang paling terdampak, yang cukup parah itu di Aceh, kemudian di Sibolga. Kemudian ada di Nias juga. Di Nias ini terputus, sehingga logistik tidak bisa sampai ke Nias. Dan ini tugasnya KRI nanti yang akan menyampaikan ke sana,” jelasnya.
Pihaknya juga telah mengirim Marinir dengan perahu karet untuk menyelamatkan korban-korban yang masih terjebak di atas atap rumah.
“Jadi saat ini dari TNI terutama Angkatan Laut, mengirimkan Marinir dengan perahu karetnya. Sudah bergerak saat ini, menolong mereka-mereka yang masih terperangkap di atap-atap rumah ya, karena banjirnya cukup deras dan cukup dalam,” tegas Ali.
Ali menyebut, upaya evakuasi juga melibatkan dukungan udara dari TNI AU menggunakan helikopter.
“Ini kalau di daerah-daerah yang sulit, mungkin nanti dari helinya Angkatan Udara juga akan mendukung. Dari Heli Caracal, mereka mengirimkan,” kata Ali.
Selain itu, TNI AL juga mengirim tenaga kesehatan hingga Zeni Konstruksi untuk mempercepat pemulihan infrastruktur awal.
“Jadi kita juga mengirim tenaga kesehatan dan Zeni Marinir, dari Zeni Konstruksi terutama untuk membantu merehabilitasi apa yang telah rusak,” ujar Ali.
“Harapannya bisa diperbaiki di sana, untuk meringankan beban dari mereka yang terdampak bencana,” sambung dia.
TNI juga menggerakkan seluruh matra untuk mempercepat distribusi bantuan ke lokasi yang sulit dijangkau darat. Untuk Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang dikerahkan TNI AL diperkirakan akan tiba dalam 2-3 hari.
“Jadi kita koordinasi semua TNI ya, bukan hanya Angkatan Laut saja. Sebenarnya sekarang ini bantuan dari ada AU sudah mengirimkan beberapa Hercules, kemudian A400,” jelas Ali.
“Kemudian kita dari KRI ini kan mungkin membutuhkan waktu 2 hari menuju lokasi. 2 sampai 3 hari,” tambahnya.
TNI AL juga mengerahkan lima helikopter. Helikopter ini menjadi kunci distribusi logistik ke wilayah yang akses jalannya terputus.
“Dan harapannya helikopter yang kita bawa ini juga bisa langsung ke daerah-daerah, lokasi yang sulit dijangkau, dan bisa men-drop bantuan logistik di sana. Terutama yang jalannya terputus akibat bencana alam, saya dengar banyak jalan yang terputus baik di Sibolga, Sumut, maupun di Aceh,” imbuhnya.
Update Korban TewasTotal korban tewas akibat banjir di tiga provinsi di Sumatera terus bertambah. Hingga Minggu (30/11) pagi, jumlahnya mencapai 316 orang.
Pembaharuan data tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Tapanuli Utara. Berikut datanya:
Aceh: 54 orang tewas, 55 orang hilang
Sumatera Barat: 90 orang tewas, 87 orang hilang
Sumatera Utara: 172 orang tewas, 147 orang hilang