Arca dan Emas Ditemukan di Situs Kota Kapur Bangka Belitung

metrotvnews.com • 16 jam yang lalu
Cover Berita

Bangka: Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Jambi berhasil menemukan sejumlah arca dan potongan emas di Situs Kota Kapur, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Temuan ini menguatkan bukti sejarah Kota Kapur sebagai salah satu pusat peradaban Nusantara pada masanya.

Kepala BPK Wilayah V Jambi, Agus Widiatmoko, mengungkapkan bahwa benda-benda bersejarah tersebut saat ini dalam proses penelitian mendalam. “Saat ini arca-arca yang ditemukan di Kota Kapur ini disimpan di Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk diteliti lebih dalam,” kata Agus di Pangkalpinang seperti dilansir Antara, Minggu, 3 Desember 2023.

Menurut Agus, Situs Kota Kapur yang membentang seluas 154,045 hektare menyimpan kompleks pemukiman kuno di tepi sungai. Kawasan itu dilengkapi struktur pertahanan berupa benteng yang dikelilingi parit, serta didukung adanya pelabuhan-pelabuhan kuno.

“Kita tidak hanya menemukan arca-arca dan potongan emas, tetapi juga botol kaca, fragmen arca, tumpukan keramik dari China, kepingan uang emas, batangan emas, dan perhiasan manik-manik,” ujarnya, memperjelas kekayaan temuan di lokasi.
 

Baca Juga :

Pemkot Bandung Usulkan Mi Kocok Masuk Warisan Budaya Tak Benda


Secara geografis, situs ini terletak pada bentang lahan perbukitan kecil. Dari arah utara, bukit-bukit di Situs Kota Kapur semakin meninggi dan puncaknya ditandai dengan sebuah dataran tinggi yang dikenal dengan nama Bukit Besar.

“Daerah perbukitan ini merupakan sumber air dan hulu dari sejumlah sungai yang mengalir. Namun, lingkungan sekitar kaki Bukit Besar saat ini telah menjadi lahan tambang, mengakibatkan rusaknya lingkungan dan hilangnya vegetasi,” jelas Agus, menyoroti ancaman terhadap situs.

Secara administratif, kawasan ini berbatasan dengan Sungai Mendo di sebelah utara, Desa Penagan di selatan, Selat Bangka di barat, dan Sungai Rukam di Timur. Kondisi terkini, sebagian besar lahan di dalam situs telah beralih fungsi menjadi area perkebunan komoditas seperti karet, lada, dan buah-buahan. Menghadapi hal ini, Agus menekankan pentingnya upaya kolektif untuk pelestarian.

“Saat ini sebagian besar lahan di dalam situs Kota Kapur menjadi area perkebunan karet, lada, durian, enau, duku, serta padi ladang. Diperlukan upaya bersama untuk merevitalisasi kawasan situs Kota Kapur guna menjaga kelestarian cagar budaya ini,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Baca juga:

thumb
thumb
thumb
thumb
thumb
Berhasil disimpan.