Helikopter berwarna oranye itu turun di sebuah lahan luas. Beberapa meter dari sana mobil bak terbuka dengan warga yang terluka menunggu.
Setelah mendarat dengan sempurna, petugas dari helikopter itu turun menghampiri mobil bak terbuka. Ia terlihat memberikan instruksi untuk mengevakuasi para korban.
Warga yang berada di mobil bak terbuka itu ialah korban bencana banjir yang menimpa Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Wilayah mereka di Kecamatan Pelambayan masih terisolir sehingga BNPB menerjunkan helikopter untuk mengevakuasi yang terluka.
Satu per satu warga diturunkan dari mobil bak. Mereka dipapah oleh relawan PMI menuju helikopter.
Angin yang kencang akibat putaran baling-baling helikopter membuat proses evakuasi harus dilakukan hati-hati. Mereka harus berjalan sedikit menunduk untuk mencapai helikopter.
Terlihat seorang warga mengalami luka di tangan kanannya. Bagian tangannya dibalut dengan kain biru yang digantungkan di leher.
Terdapat empat orang yang dievakuasi ke helikopter. Begitu semua sudah dipindahkan, helikopter pun meninggalkan lokasi.
BNPB melaporkan data terbaru pada Minggu (30/11), 90 orang dilaporkan tewas akibat banjir dan longsor di Sumatera Barat.
"Sumbar, jumlah meninggal bertambah justru lebih besar daripada Aceh, 90 meninggal dunia," kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam keterangannya di Tapanuli Utara.
Penambahan korban jiwa di Sumbar paling banyak dari Agam, tetapi Suharyanto tidak merinci jumlahnya.
Selain korban tewas, 87 orang juga dilaporkan masih hilang akibat bencana ini. 12 orang dilaporkan terluka, dengan total 33 ribu jiwa yang terdampak.