JAKARTA - Regulator penerbangan Uni Emirat Arab (UEA) memperkirakan sertifikasi taksi udara akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026, seiring negara tersebut terus melanjutkan rencana mobilitas cerdasnya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas jalan raya dan menarik wisatawan internasional.
"Sertifikasi mesin-mesin tersebut sedang dalam proses, kami memperkirakan sertifikasi akan selesai tahun depan, pada kuartal ketiga, ketika mesin-mesin tersebut siap beroperasi," ujar Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GCAA) UEA Saif Al Suwaidi kepada The National, seperti dilansir 28 November.
Sertifikasi hanya akan berjalan sesuai jadwal yang diharapkan “jika semua persyaratan keselamatan terpenuhi”, menurut GCAA.
"Tepat setelah sertifikasi, mereka akan diizinkan untuk beroperasi," kata Al Suwaidi, menambahkan jadwal program sedang ditentukan melalui koordinasi dengan para pelamar, katanya.
Regulator juga telah membentuk tim khusus untuk setiap program eVTOL (lepas landas dan mendarat vertikal elektrik).
UEA sendiri menyatakan akan memulai layanan taksi udara listrik komersial tahun depan.
Awal tahun ini, Joby Aviation yang berbasis di California, bekerja sama dengan Otoritas Jalan dan Transportasi Dubai, melakukan uji terbang taksi udara listrik. Archer Aviation juga telah menyelesaikan uji terbang taksi udara pertamanya di Abu Dhabi.
Terpisah, Ras Al Khaimah sebelumnya menyatakan akan meluncurkan layanan taksi udara penumpang pertamanya pada tahun 2027, seiring upaya emirat tersebut dalam meningkatkan infrastrukturnya di tengah rencana pembukaan resor perjudian pertama di UEA pada tahun yang sama.
Otoritas Transportasi Ras Al Khaimah menandatangani pakta awal dengan Joby Aviation dan Skyports Infrastructure yang berbasis di Inggris untuk memulai layanan tersebut.
Jaringan taksi udara ini akan beroperasi di Ras Al Khaimah, tetapi juga akan menghubungkan layanan Joby yang direncanakan di Dubai dengan destinasi wisata utama di emirat utara tersebut, sehingga mengurangi waktu tempuh antara kedua kota dari lebih dari satu jam menjadi 15 menit.
"Awalnya, tarifnya akan sebanding dengan layanan mobil premium. Seiring dengan peningkatan skala dan jumlah penerbangan, kami berharap dapat membuat layanan ini lebih terjangkau," ujar Anthony Khoury, manajer umum Joby Aviation untuk UEA, kepada The National saat itu.
GCAA telah meletakkan dasar bagi mobilitas udara canggih, ujar Al Suwaidi, ketika ditanya tentang kerangka regulasi untuk manajemen lalu lintas udara di wilayah udara yang sibuk, yang akan memiliki drone, taksi terbang, dan pesawat komersial.
"Kami telah membangun platform nasional untuk drone dan lalu lintas tingkat rendah, yaitu eVTOL, yang sudah daring dan aktif," jelasnya.
"Kami sudah memiliki sistem manajemen ini, jadi tidak ada kekhawatiran dalam hal pengendalian wilayah udara," tandas Al Suwaidi.