Pantau - Bantuan logistik akhirnya berhasil dikirim ke Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, salah satu kawasan terisolasi akibat banjir besar yang melanda provinsi tersebut. Distribusi dilakukan menggunakan helikopter karena seluruh akses darat terputus.
Pining menjadi salah satu titik yang paling sulit dijangkau sejak hari pertama bencana.
"Pining Gayo merupakan salah satu wilayah yang sempat terisolir selama beberapa hari akibat bencana banjir besar yang melanda Aceh," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin.
"Hari ini, bantuan berhasil masuk menggunakan helikopter," tambahnya.
Prioritas Distribusi Satgas, TNI Turun Bantu Salurkan BantuanDistribusi logistik ke wilayah Pining menjadi prioritas Satgas Penanganan Bencana Aceh yang dikoordinasikan langsung oleh Murthalamuddin.
Di lokasi pendaratan bantuan, personel TNI terlihat turut membantu proses distribusi kepada warga yang terdampak.
Langkah ini diambil untuk menanggapi situasi darurat di kawasan yang sepenuhnya terputus dari jalur komunikasi dan logistik selama beberapa hari.
Korban Jiwa Banjir Aceh Terus BertambahSementara itu, Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi mencatat jumlah korban jiwa akibat bencana di Aceh bertambah menjadi 96 orang per Minggu, 30 November 2025, pukul 16.14 WIB.
"Data yang masuk saat ini jumlah bertambah karena jalur informasi mulai terhubung. Kita berharap jumlah korban jiwa tidak terus bertambah," ungkap Ketua Posko Komando Tanggap Darurat, M Nasir, dalam rapat evaluasi di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.
Selain korban meninggal dunia, tercatat 1.284 orang mengalami luka ringan, 319 orang luka berat, dan 113 orang masih dinyatakan hilang.
Bencana Hidrometeorologi Melanda 18 Kabupaten/KotaBencana hidrometeorologi ini berdampak luas, melanda 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.
Jumlah warga terdampak mencapai 89.959 kepala keluarga, dengan 62.000 kepala keluarga di antaranya mengungsi.
Tercatat ada 514 titik lokasi pengungsian yang tersebar di 1.286 gampong (desa) dan 242 kecamatan.