FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Debat Pilpres 2019 antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto kembali viral. Debat tersebut terjadi pada 17 Februari.
Saat itu, Jokowi mengungkit soal aset tanah milik Prabowo yang mencapai ratusan ribu hektare di Kalimantan Timur dan Aceh.
“Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektar. Juga di Aceh Tengah sebesar 120.000 hektar,” tutur Jokowi saat itu.
Prabowo lalu membenarkan apa yang disampaikan Jokowi itu. Prabowo menjelaskan bahwa lahan tersebut bukan milik pribadi secara penuh (hak milik), melainkan berstatus Hak Guna Usaha (HGU) atau Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang pada dasarnya adalah tanah negara.
Ia menegaskan siap mengembalikan lahan tersebut kepada negara kapan saja jika dibutuhkan. Prabowo menyatakan lebih memilih mengelola lahan tersebut sebagai seorang nasionalis, daripada membiarkannya dikuasai oleh pihak asing.
“Tanah yang saya kuasai ratusan hektar itu benar. Tapi itu HGU, milik negara. Setiap saat negara dapat ambil kembali. Daripada jatuh ke orang asing, lebih baik saya kelola karena saya nasionalis dan patriot,” jawab Prabowo.
Dalam perkembangan selanjutnya, terutama saat debat Pilpres 2024 di mana Anies Baswedan kembali menyinggung isu ini, Prabowo sempat mengoreksi bahwa total lahannya sebenarnya hampir 500.000 hektare, dan pada kesempatan lain menyatakan bahwa data yang disebutkan Anies salah.
Aktivis Bambang Widjojanto merespons pernyataan yang kembali viral di tengah bencana Sumatera.
Pertanyaannya kata dia, apakah dengan penanaman yang dilakukan Prabowo tidak hanya menguntungkan diri sendiri.
“Sekarang pertanyaannya penanaman kelapa sawit itu apakah menguntungkan sekalian alam apa nggak?,” tutur Bambang melalui kanal YouTube, Senin, (22/12/2025).
Apalagi saat ini, Presiden Prabowo juga berencana untuk melakukan penanaman sawit di Papua.




