Lewat BHC Harbour Fest, ASDP Ingin Tunjukkan Pelabuhan Bisa Jadi Ruang Budaya

jpnn.com
20 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BAKAUHENI - ASDP menggelar festival BHC Harbour Fest di Siger Park, Bakauheni Harbour City, pada 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Festival ini menjadi ruang perjumpaan antara perjalanan dan pengalaman—sebuah wajah lain dari pelabuhan yang selama ini dikenal sebagai simpul mobilitas.

BACA JUGA: Kuota Ferry Masih Longgar, ASDP Dorong Masyarakat Rencanakan Arus Balik Sejak Dini

Melalui BHC Harbour Fest, ASDP Indonesia Ferry (Persero) ingin menunjukkan bahwa pelabuhan juga dapat menjadi ruang budaya dan harapan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebut Bakauheni Harbour City lahir dari keyakinan infrastruktur publik memiliki makna sosial yang lebih luas.

BACA JUGA: ASDP: Puncak Arus Natal Terkelola, 15 Lintasan Pantauan Nasional Terkendali

“Pelabuhan bukan hanya tempat berpindah, tetapi tempat bertemu. Di sinilah perjalanan bersentuhan dengan cerita, dan ekonomi bertemu dengan budaya,” ujarnya.

Selama sepekan, kawasan BHC dipenuhi ragam aktivitas: pertunjukan musik lintas generasi, atraksi budaya Lampung, hingga Festival Kuliner yang menghadirkan sekitar 30 pelaku UMKM lokal.

BACA JUGA: ASDP Pastikan Rantai Logistik Nasional Tetap Bergerak Saat Puncak Arus Libur Nataru

Aroma masakan khas Lampung Selatan menyatu dengan semilir angin laut, sementara Menara Siger berdiri sebagai latar yang mengikat suasana—simbol perjumpaan antara tradisi dan masa depan.

Namun, BHC Harbour Fest tidak semata tentang kemeriahan.

Menjelang malam pergantian tahun, suasana bergeser menjadi lebih hening.

Di tengah sorak gembira, ASDP mengajak pengunjung untuk mengingat saudara-saudara yang tengah diuji bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara, Aceh, dan Sibolga.

Refleksi ini menjadi pengingat bahwa pergantian tahun juga adalah momen berbagi empati.

Malam puncak 31 Desember dibuka dengan pemutaran video kaleidoskop perjalanan Bakauheni Harbour City.

Tausyiah bertema Harapan Baru di Beranda Sumatra kemudian mengalir lewat nada dan dakwah KH Yani, diiringi Kampoeng Nasyid Lampung.

Pesan disampaikan ringan, jenaka, namun menyentuh—mengajak hadirin menutup tahun dengan rasa syukur.

Tausyiah Ustaz Akri Patrio dan doa bersama menjadi penutup refleksi spiritual malam itu.

Sebagai perpanjangan kepedulian, ASDP membuka Stand Donasi BHC selama festival berlangsung.

Pengunjung diajak menyisihkan sebagian kebahagiaan untuk membantu mereka yang terdampak bencana.

Di tepi laut Bakauheni, pergantian tahun dirayakan bukan hanya dengan cahaya dan musik, tetapi juga dengan empati.

Di Beranda Sumatra, tahun ditutup dengan satu pesan sederhana: harapan tumbuh ketika perjalanan, budaya, dan kemanusiaan dipertemukan. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waspada Cuaca Ekstrem, Dirut ASDP Tegaskan Keselamatan Jadi Prioritas Angkutan Nataru


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cerita dari Ragunan dan Cara Sederhana Keluarga Menyambut Hari Pertama 2026
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kemnaker Temukan Dugaan Penyalahgunaan Program Magang Nasional, Gunakan Perusahaan Fiktif
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
5 Rekomendasi Drakor High School Genre Action dengan Romance Tipis, Dibintangi Seo Kang Joon hingga Hwang Min Hyun!
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Pemkab Malang Dipercaya Bappenas Jadi Pilot Project Pertanian Berkelanjutan Nasional
• 10 jam lalurealita.co
thumb
BRI Life Dukung Mobilitas Libur Nataru 2025/2026 dengan Asuransi Acci Care dan Life Care
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.