GenPI.co - DPD Partai Demokrat DKI menilai penyusutan APBD 2026 yang mencapai Rp 10,5 triliun akan memengaruhi transformasi Jakarta menjadi kota global.
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono mengatakan penyusutan APBD 2026 harus disikapi dengan pengelolaan yang lebih efisien, akuntabel, dan bebas dari pemborosan.
“Kami harap dana bagi hasil dari pemerintah pusat bisa lebih optimal. Pemprov DKI punya banyak program untuk menjadi kota global,” katanya, dikutip dari Antara, Kamis (1/1).
Dia menekankan setiap belanja harus diuji manfaatnya untuk warga Jakarta, agar terhindar dari pemborosan.
Mujiyono menyampaikan penyusutan APBD DKI Jakarta, karena adanya pemangkasan transfer ke daerah dari pemerintah pusat.
APBD DKI Jakarta 2026 diketahui sudah diketok Rp 81,32 triliun. Jumlah ini menurun Rp 10,54 triliun dibanding 2025 yang mencapai Rp 91,86 triliun.
Dia mengungkapkan Demokrat menilai penetapan lima isu strategis Pemprov DKI sudah berada pada jalur yang tepat.
Lima isu itu mencakup penanganan sampah, pengendalian banjir, pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan dan kemacetan.
“Fokus utama memang perlu diarahkan untuk penguatan perlindungan sosial, bagi kelompok rentan dan berpendapatan rendah,” tuturnya.
Mujiyono juga menyinggung kebutuhan mendesak penciptaan lapangan kerja formal, serta pelatihan kerja bersertifikat, terutama bagi generasi Z dan kelompok usia produktif.
“Warga Jakarta tidak hanya butuh bantuan sosial. Tetapi, juga adanya kepastian penghasilan dan peluang mobilitas ekonomi,” ucapnya. (ant)
Simak video berikut ini:




