Jakarta, VIVA – Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta mengatakan tahun politik telah berlalu, menorehkan babak baru dalam lembar sejarah bangsa dengan hadirnya kepemimpinan yang membawa semangat transformasi dan keberanian untuk menghadapi tantangan zaman.
Menurut dia, refleksi ini adalah panggilan jiwa untuk merawat cita-cita luhur pendiri bangsa, memastikan bahwa hukum, politik dan ekonomi bersinergi demi tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Di bawah nahkoda kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kata dia, publik menyaksikan kebangkitan yang luar biasa dalam upaya penegakan hukum.
Tanda-tanda kebesaran ini tidak hanya terasa, namun termanifestasi dalam komitmen yang tak tergoyahkan untuk memberantas akar-akar kejahatan kerah putih yang selama ini membelenggu potensi bangsa.
Kata dia, kasus-kasus korupsi kelas kakap yang melibatkan aset-aset strategis negara seperti pengungkapan kasus korupsi timah, Pertamina, dan BUMN lainnya, membuktikan adanya political will yang kuat dari pucuk pimpinan untuk membersihkan tatanan birokrasi dan ekonomi dari praktik culas yang merugikan rakyat.
- Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
“Presiden Prabowo, dalam setiap pesan dan arahan, senantiasa menyerukan pentingnya penegakan hukum yang adil dan berpihak kepada rakyat kecil. Beliau secara tegas menolak hukum yang tumpul ke atas, tajam ke bawah,” kata Wayan melalui keterangannya pada Rabu, 31 Desember 2025.
Ia mengingatkan pesan Presiden Prabowo untuk tidak tumpul ke atas, tajam ke bawah harus diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh aparat penegak hukum, dari tingkat penyidikan hingga putusan pengadilan. Paradoks keadilan masih sering menghantui masyarakat, terbukti dalam kasus-kasus yang menimpa rakyat kecil.
“Di mana, hukum diterapkan secara literal tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keadilan substantif,” ujarnya.
Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan ini menilai komitmen dan pernyataan Presiden Prabowo untuk menindak tegas pelanggaran hukum yang merugikan rakyat, sekaligus membela orang kecil, merupakan implementasi nyata dari ajaran Trisakti Bung Karno atau Presiden Soekarno.
“Berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” jelas dia.
Di tengah pergeseran konstelasi politik global dan gejolak ekonomi, Wayan mengatakan Pemerintahan Presiden Prabowo dalam berbagai pidatonya menunjukkan kecakapan dan keberanian dalam menjaga stabilitas.





