Siapa yang Akan Mengelola Gaza? “Usulan Turkiye” Membuat Netanyahu Melotot di Tempat

erabaru.net
9 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada Senin (29/12/2025), Presiden AS Trump kembali bertemu dengan Perdana Menteri Israel Netanyahu di Mar-a-Lago, Florida. Ini merupakan pertemuan keenam mereka sepanjang tahun ini, dengan fokus pembahasan pada perkembangan gencatan senjata di Gaza serta isu rudal balistik Iran.

Trump menyampaikan dukungan keras kepada Netanyahu. Ia mengatakan bahwa tanpa Netanyahu, Israel “mungkin sudah tidak ada sekarang”. Israel dijadwalkan menggelar pemilu pada Oktober mendatang, sementara Netanyahu tengah menghadapi tekanan politik domestik yang besar.

Ketika seorang jurnalis bertanya apakah Trump akan menyerukan kepada otoritas Israel untuk mencabut tuduhan korupsi terhadap Netanyahu, Trump menjawab bahwa Netanyahu adalah seorang “perdana menteri masa perang” dan telah “melakukan pekerjaan dengan sangat baik.”

Terkait Gaza, Trump menyatakan akan segera mendorong tahap kedua dari rencana perdamaian Gaza yang ia ajukan, dan kembali menegaskan bahwa Hamas harus dilucuti dari persenjataan.

Saat ditanya kapan rekonstruksi Gaza akan dimulai, Trump menjawab bahwa hal itu “akan segera dimulai.”

Sesuai rencana, tahap kedua akan membentuk pemerintahan transisi yang terdiri dari teknokrat Palestina untuk mengambil alih urusan Gaza sebelum pasukan keamanan internasional dikerahkan. Namun, perkembangan di lapangan tidak berjalan mulus. Israel dan Hamas saling menuduh melanggar kesepakatan. Pada hari yang sama, Hamas kembali menolak untuk melucuti senjata, sementara militer Israel masih menguasai sekitar setengah wilayah Gaza.

Israel mengajukan syarat yang jelas: hanya jika Hamas mengembalikan jenazah sandera Israel terakhir yang tewas, barulah tahap berikutnya akan dimulai dan perlintasan Rafah dibuka.

Dalam pertemuan tersebut juga terjadi insiden kecil. Seorang jurnalis bertanya apakah pasukan Turkiye dipertimbangkan untuk ditempatkan di Gaza. Trump mengatakan bahwa ia memiliki hubungan baik dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan, dan tidak menutup kemungkinan untuk membahas opsi tersebut.

Netanyahu sebelumnya telah berulang kali menolak rencana ini. Ketika mendengar jawaban Trump secara langsung di lokasi, Netanyahu melotot ke arah presiden.

Mengenai Iran, Trump memperingatkan bahwa jika Iran mencoba membangun kembali program rudal balistiknya, ia akan mendukung serangan kembali terhadap Iran. Ia menambahkan bahwa mencapai kesepakatan akan menjadi pilihan yang lebih cerdas bagi Iran.

Pada awal tahun ini, militer AS pernah membom tiga fasilitas nuklir Iran. Trump kemudian menyebut operasi tersebut sebagai keberhasilan militer besar. Netanyahu juga baru-baru ini memperingatkan bahwa Iran kembali memperluas program rudalnya.

Pada hari yang sama, sebelum bertemu Trump, Netanyahu juga sempat bertemu di Florida dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan AS Hegseth, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine. (Hui)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
TNI AL dan Bea Cukai Sita Obat-obatan Ayam Ilegal dari Filipina
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tantangan Sepakbola Indonesia Diungkap Ratu Tisha
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Pulang Belanja, Ibu dan Dua Anaknya Meninggal Ditabrak Kereta di Perlintasan tanpa Palang Pintu
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Momen Formasi Drone Jakarta for Sumatra Hiasi Perayaan Tahun Baru 2026
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Minat Liburan ke Luar Negeri Meningkat, Jumlah Penumpang Domestik Turun Saat Nataru
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.