TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Di sudut-sudut Ciputat, Tangerang Selatan, aroma jagung mulai menyeruak pelan, menandai datangnya malam pergantian tahun.
Sejak Rabu (31/12/2025), lapak-lapak jagung musiman kembali bermunculan, menawarkan kehangatan sederhana yang akrab bagi banyak keluarga.
Di antara para penjual itu, ada Syarif Hidayat. Di hari-hari biasa, ia adalah seorang pegawai negeri sipil.
Namun menjelang Tahun Baru, Syarif memilih berdiri di balik tumpukan jagung, memanfaatkan riuh permintaan yang selalu hadir setahun sekali.
Baca juga: Libur Tahun Baru 2026, Hampir Seluruh Jakarta Diprediksi Hujan
Malam Tahun Baru, bagi Syarif dan pedagang lain, bukan sekadar hitung mundur pergantian waktu.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=PNS, tangerang selatan, malam tahun baru, cerita warga, Jagung Musiman, PNS jual jagung&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wMS8xMDAwNTc4MS9raXNhaC1wbnMteWFuZy1tZW1hbmdnYW5nLWhhcmFwYW4tbGV3YXQtamFndW5nLW11c2ltYW4=&q=Kisah PNS yang "Memanggang" Harapan Lewat Jagung Musiman...§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Ia adalah momen ketika jagung bakar kembali menemukan tempatnya, menjadi pelengkap perayaan, menemani obrolan, doa, dan harapan.
Manfaatkan momen raih cuanSyarif tahu betul, jagung bukan dagangan yang selalu dicari. Ia hanya hidup di momen-momen tertentu.
“Jualan jagung ini memang momen tertentu saja, seperti Tahun Baru. Tergantung selera juga, ada yang pilih jagung, ayam, atau lainnya, intinya buat memeriahkan malam Tahun Baru,” ujar Syarif, Rabu (31/12/2025), dikutip dari TribunTangerang.com.
Tahun ini, ia telah memasuki hari ketiga berjualan. Respons warga, katanya, cukup menggembirakan.
Apalagi, banyak pembeli datang bukan hanya untuk jagung bakar, tetapi juga untuk kebutuhan dapur.
Baca juga: Jakarta Galang Donasi di Malam Tahun Baru, Terkumpul Rp 3,6 Miliar untuk Bencana Sumatera
“Antusias masyarakat bagus. Di sini banyak warga Betawi, hobi sayur asem, jadi beli jagung kiloan karena lebih murah,” ungkap Syarif.
Omzet dan stok yang dijagaDi balik senyum dan sapaan kepada pembeli, ada hitung-hitungan yang tak bisa dihindari.
Dalam sehari, omzet penjualan jagung bisa menembus lebih dari Rp 500.000.
Untuk menjaga ketersediaan, Syarif menyiapkan lebih dari 1.000 jagung per hari yang dibagi ke tiga lokasi.
“Kita ada tiga tempat. Kalau stok di sini tipis, kita ambil dari lokasi yang stoknya masih banyak,” jelasnya.




