REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Prancis akan mulai meninjau rancangan undang-undang untuk melarang media sosial bagi anak di bawah usia 15 tahun dan penggunaan telepon seluler di sekolah menengah atas pada Januari, demikian dilaporkan oleh Franceinfo pada Rabu (31/12/2025).
Dewan Negara Prancis akan meninjau rancangan UU tersebut pada 8 Januari yang ditargetkan untuk tahun ajaran baru pada September 2026.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Psikososial Anak Terdampak Gempa Poso Jadi Fokus Program Pemulihan
- Tiga Ikhtiar Ibu untuk Anak di 2026: Ilmu, Teladan, dan Doa
- Kasus Narkoba di Bandung Barat Memprihatinkan, Usia Anak hingga Remaja Mendominasi
Menurut sumber pemerintah, rancangan tersebut telah disusun sedemikian rupa sehingga sesuai dengan hukum Eropa, tidak seperti upaya sebelumnya yang gagal.
Pada November, Presiden Emmanuel Macron mengatakan bahwa ia ingin memperluas larangan penggunaan telepon seluler ke sekolah menengah atas mulai tahun ajaran 2026-2027 dan memberlakukan larangan media sosial bagi anak muda di bawah usia 15 atau 16 tahun.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Larangan telepon seluler telah berlaku dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama berdasarkan undang-undang tahun 2018, meskipun terkadang terbukti sulit untuk ditegakkan.
Sejumlah studi akademis telah mendokumentasikan risiko kesehatan mental akibat penggunaan media sosial oleh kaum muda, serta bahaya gangguan yang disebabkan oleh ponsel di kalangan remaja.
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F01%2Fbf5d26eb2074db43e70a05e01149898c-FAK_6771.jpg)



