Jakarta, IDN Times - Kelompok hak asasi tahanan Palestina terkemuka menuduh Israel melakukan genosida sistematis terhadap para tahanan. Mereka mencatat sedikitnya 32 orang meninggal di balik jeruji besi sepanjang 2025.
Salah satu tahanan yang tewas adalah Walid Khaled Abdullah Ahmed, seorang remaja berusia 17 tahun dari Silwad dekat Ramallah. Menurut kelompok hak asasi manusia, Ahmed meninggal setelah berbulan-bulan mengalami kelaparan.
“Fasilitas-fasilitas ini telah berubah menjadi tempat penyiksaan, yang dirancang untuk menghancurkan tahanan secara fisik dan mental melalui penderitaan yang berkepanjangan, disengaja, dan kebijakan eksekusi yang lambat,” demikian isi laporan tahunan yang diterbitkan oleh Komisi Urusan Tahanan Palestina, Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) dan Addameer, dikutip dari MEE.




