REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Di tengah budaya ekstrem yang kerap mengorbankan tubuh atas nama produktivitas atau bahkan ibadah, Islam justru hadir dengan prinsip keseimbangan.
Ajaran Islam menolak penyiksaan tubuh dan menegaskan bahwa menjaga kesehatan jasmani merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah SWT.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Terungkap Ini 3 Syarat yang Diberlakukan Israel untuk Akui Kemerdekaan Somaliland
- Pengakuan Israel Atas Somaliland Bukan Hal Sepele, Ini Dampaknya Terhadap Somalia dan Tanduk Afrika
- Investigasi Aljazeera Ungkap Rahasia Tersembunyi di Balik Pengakuan Israel Atas Somaliland
Islam tidak memandang tubuh manusia sekadar sebagai alat hidup, melainkan sebagai amanah yang memiliki hak dan harus dipelihara. Dalam ajaran Islam, menjaga kesehatan badan bukan pilihan, tetapi kewajiban yang terkait langsung dengan kualitas iman dan ibadah seorang Muslim.
Dalam sejarah agama dan spiritualisme, Islam tampil sebagai ajaran yang memberi perhatian serius terhadap kesehatan jasmani.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Melalui sabda Nabi Muhammad SAW, Islam menetapkan bahwa tubuh manusia memiliki hak yang wajib dipenuhi oleh pemiliknya.
Dalam buku Islam Agama Ramah Lingkungan, Syekh Yusuf Al-Qaradhawi menerangkan, salah satu prinsip penting yang diserukan agama Islam seputar kiat menjaga kesehatan manusia adalah pengakuannya terhadap hak badan atas manusia, atau kewajiban manusia atas badannya.
Untuk kali pertama dalam sejarah agama dan spiritualisme, umat manusia mendengar ketentuan yang demikian tegas, sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW:
إن لربك عليك حقا ولنفسك عليك حقا ولأهلك عليك حقا فأعط كل ذي حق حقه
“Sungguh, Tuhanmu memiliki hak yang harus kaupenuhi, dirimu memiliki hak yang harus kaupenuhi, keluargamu juga memiliki hak.”



