Riset Ungkap 9 Pekerjaan yang Bisa Bikin Burnout di 2026, Ada Kerjaanmu?

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Tingkat stres di tempat kerja terus meningkat pada 2026, dengan 90 persen karyawan melaporkan mengalami stres saat bekerja. Riset terbaru mengungkapkan sejumlah industri tertentu memiliki tingkat stres yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sektor lainnya.
 
Karena itu, pekerja disarankan memahami industri mana yang paling rentan terhadap burnout. Pemahaman ini penting untuk mempersiapkan diri dan mencari strategi menjaga keseimbangan hidup serta kesehatan mental.
 
Melansir laman Forbes, penelitian yang dilakukan Welltory menunjukkan stres bukan hanya masalah individu tetapi telah menjadi isu sistemik yang memengaruhi produktivitas dan ketahanan tenaga kerja. Sebab, burnout bukan sekadar kelelahan biasa.

Tingkat stres di tempat kerja tidak hanya memengaruhi performa tetapi juga kesehatan fisik dan mental pekerja. Dengan memahami faktor-faktor pemicu dan industri yang paling berisiko, pekerja dapat mengambil langkah proaktif untuk mencegah burnout.
 
Nah, apa saja sembilan industri yang memiliki tingkat stres tertinggi dan paling berisiko menyebabkan burnout? Simak selengkapnya. 9 pekerjaan yang bisa bikin burnout pada 2026 1. Perhotelan dan rekreasi Industri perhotelan dan rekreasi menempati posisi teratas dengan skor stres 66. Jam kerja yang tidak teratur, pekerjaan yang berhadapan langsung dengan pelanggan, dan upah rendah adalah faktor kunci yang membuat pekerjaan dalam industri ini sangat menyebabkan stres.
 
Pekerja di bidang ini sering menghadapi tuntutan pelanggan yang tinggi dengan sumber daya yang terbatas. Kondisi ini membuat industri perhotelan menjadi yang paling rentan terhadap burnout. 2. Layanan profesional dan bisnis Selanjutnya, layanan profesional dan bisnis berada di peringkat kedua dengan skor stres 56. Beban kerja yang tinggi, tenggat waktu ketat, dan ekspektasi klien yang terus meningkat menjadi tantangan utama bagi pekerja di sektor ini. 3. Transportasi dan pergudangan Kemudian transportasi dan pergudangan memiliki skor stres 53. Jam kerja panjang, tekanan untuk memenuhi jadwal pengiriman, dan risiko cedera fisik menjadikan industri ini salah satu yang paling menyebabkan stres. 4. Pertambangan dan penebangan kayu Pertambangan dan penebangan kayu mendapat skor 50. Lingkungan kerja yang berbahaya, risiko cedera tinggi, dan lokasi kerja yang terpencil berkontribusi pada tingkat stres yang signifikan di industri ini. 5. Layanan pendidikan dan kesehatan swasta Layanan pendidikan dan kesehatan swasta memiliki skor 46. Pekerja di sektor ini menghadapi beban emosional yang berat, terutama dalam menghadapi situasi kritis dan mengelola ekspektasi berbagai pihak.
 

Baca Juga :

Masuk Kerja saat Libur Tahun Baru, Pengusaha Wajib Bayar Lembur
 
  6. Industri informasi Industri informasi mendapat skor 43. Perubahan teknologi yang cepat, tenggat waktu produksi konten yang ketat, dan tuntutan untuk selalu up-to-date menjadi sumber stres utama bagi pekerja di bidang ini. 7. Konstruksi Pekerjaan konstruksi juga memiliki skor 43. Pekerjaan fisik yang berat, risiko kecelakaan kerja, dan tekanan untuk menyelesaikan proyek tepat waktu membuat industri konstruksi menjadi salah satu yang paling menyebabkan stres. 8. Perdagangan ritel Berikutnya, perdagangan ritel mendapat skor 42. Interaksi dengan pelanggan yang menantang, jam kerja tidak menentu, dan upah yang relatif rendah menjadi faktor stres bagi pekerja ritel. 9. Utilitas Utilitas menutup daftar dengan skor 42. Tanggung jawab untuk memastikan layanan publik berjalan tanpa gangguan, ditambah dengan risiko situasi darurat, menciptakan lingkungan kerja yang penuh tekanan. Penyebab stres di tempat kerja Dokter dan ahli kesehatan mental di Welltory, Anna Elitzur, menjelaskan data ini menunjukkan stres di tempat kerja dipicu oleh cara sistem kerja yang dirancang, bukan hanya oleh jenis pekerjaannya. Jam kerja yang panjang, kekurangan staf, risiko cedera, dan tekanan finansial menjadi indikasi adanya persoalan mendasar yaitu ketidakseimbangan antara tuntutan dan pemulihan.
 
“Data ini menunjukkan bahwa stres di tempat kerja dipicu oleh bagaimana pekerjaan dirancang, bukan hanya oleh sifat pekerjaan itu sendiri,” kata Anna dikutip dari laman Forbes, Kamis, 1 Januari 2026.
 
Dari sudut pandang medis, otak dan tubuh tidak membedakan antara bahaya fisik, ketidakamanan finansial, atau beban kognitif berlebihan. Semuanya merespons sebagai stres kronis. Dampak burnout pada kehidupan pribadi Survei MyPerfectResume terhadap 1.000 pekerja Amerika Serikat mengungkapkan fakta mengkhawatirkan. Sebanyak 63 persen karyawan melaporkan merasa burnout beberapa kali dalam seminggu, 55 persen menilai burnout mereka sebagai sedang hingga parah, dan 45 persen membatalkan ulang tahun serta liburan karena stres pekerjaan.
 
Studi menunjukkan stres telah merembes ke dalam kehidupan pribadi karyawan dan membentuk keputusan karier mereka di akhir tahun. Penelitian menyimpulkan pekerja berjalan dengan tenaga yang hampir habis, merasa tidak didukung, dan mengatasi dengan satu-satunya cara yang mereka tahu yaitu dengan melepaskan diri, membatalkan rencana pribadi, dan diam-diam mencari jalan keluar. Cara menjaga keseimbangan di pekerjaan penuh tekanan Ahli kesehatan mental dari Manhattan Mental Health Counseling, Steven Buchwald, menjelaskan menjaga kesehatan mental membutuhkan kebiasaan cerdas yang mendukung fokus, keseimbangan, dan kinerja jangka panjang. Ia mengatakan upaya kembali ke kondisi seimbang bukanlah tentang perubahan gaya hidup besar-besaran, melainkan perubahan yang lebih kecil dan konsisten, seperti menetapkan batasan-batasan mikro.
 
Menurutnya, penetapan batas waktu yang tidak dapat ditawar, komunikasi kapasitas kerja secara jelas, dan mengambil istirahat pemulihan yang sungguh-sungguh adalah strategi efektif untuk mengurangi stres kronis bagi mereka yang bekerja di bidang karier yang penuh tekanan. “Terapi sering membantu pekerja untuk menghilangkan perfeksionisme dan rasa takut terlihat 'dapat digantikan,' yang memicu siklus kelelahan,” jelas dia.
 
Nah, itulah sembilan pekerjaan yang bisa bikin burnout di 2026. Apakah Sobat Medcom bekerja di salah satu industri tersebut? (Bramcov Stivens Situmeang)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Soroti Kritikan Menteri ke Lokasi Bencana Sumatera, Prabowo Masa Ikut Macul!
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Gubernur: Malam tahun baru 2026 di Jatim kondusif
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Tak Mau Cepat Puas, Minta Semua Lembaga Kerja Siang-Malam Tangani Bencana
• 10 jam laludetik.com
thumb
Cerita Sahid Boyong Keluarga Piknik ke Ragunan di Libur Tahun Baru
• 3 jam laludetik.com
thumb
Pemkab Gorontalo Salurkan BLTS Tahap Tiga untuk 638 Keluarga di Kecamatan Limboto
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.