Tahun 2026 akan menjadi momen yang begitu dinanti-nantikan oleh sejumlah pasangan, yang akan segera menjadi orang tua. Ya Moms, tahun ini akan menjadi tonggak penting dalam kehidupan banyak orang, termasuk calon orang tua baru yang mungkin masih kebingungan tentang keinginan dan harapannya.
Selama periode penting ini, bahkan pilihan-pilihan kecil sehari-hari dapat memengaruhi kesehatan ibu dan bayi nantinya. Mulai dari nutrisi, aktivitas fisik selama kehamilan, dan kesehatan keseluruhan setelah melahirkan nanti.
Untuk itu, tidak ada salahnya untuk menyiapkan resolusi baru di tahun 2026, yang bisa menjadi pengingat bagi ibu hamil dan keluarga agar fokus pada hal-hal yang dapat mendukung kehamilan yang sehat. Serta, menjadi tonggak penting bagi kehidupan awal si kecil.
Resolusi Tahun Baru untuk Para Calon Orang Tua1. Pola Makan dengan Nutrisi Seimbang
Pola makan ibu selama kehamilan sangat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan jangka panjang bayi. Oleh karena itu, usahakan agar Anda mengonsumsi makanan rumahan secara teratur dengan tambahan 1-2 kali camilan sehat, yang membantu tubuh tetap berenergi dan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan.
Dikutip dari Times of India, prioritaskan makanan yang kaya protein, zat besi, asam folat, kalsium, hingga vitamin D. Misalnya, kacang-kacangan, telur, produk susu, sayuran hijau, dan makanan yang diperkaya dengan berbagai nutrisi.
Anda juga bisa menambahkan suplementasi zat besi dan asam folat setiap hari untuk membantu mencegah anemia pada ibu, serta proses persalinan yang lebih lancar.
Jangan lupa asupan protein yang cukup demi mendukung pertumbuhan janin dan perubahan jaringan tubuh ibu. Cobalah untuk menyusun menu makan yang seimbang yang mencakup sayuran, buah-buahan utuh, produk susu rendah atau tanpa lemak, dan tentunya protein!
2. Olahraga Ringan
Sama seperti makanan yang menyehatkan tubuh, gerakan ringan dapat membantu tubuh mengatasi perubahan fisik selama kehamilan. Anda bisa memilih aktivitas fisik yang mudah dilakukan, misalnya aerobik berintensitas ringan-sedang setidaknya 150 menit per minggu, atau sesuai dengan kemampuan.
Atau Anda juga bisa mencoba aktivitas seperti jalan cepat dan yoga prenatal. Semakin cepat Anda memulai aktivitas fisik di awal kehamilan, maka dapat menurunkan risiko diabetes melitus gestasional, lho! Namun, jika Anda masih sulit bergerak karena kondisi kesehatan tertentu, cobalah untuk bergerak dengan intensitas yang lebih rendah. Diskusikan dulu dengan dokter sebelum memulai gerakan-gerakan fisik yang sederhana.
Seluruh aktivitas fisik yang dilakukan bisa mengontrol penambahan berat badan, menurunkan risiko diabetes, dan meningkatkan suasana hati selama kehamilan. Jangan lupa, pastikan tubuh tetap terhidrasi, hindari berolahraga saat cuaca terlalu panas, dan segera berhenti juga tubuh merasa kelelahan.
3. Vaksinasi Selama Kehamilan
Siapa bilang vaksinasi tidak penting selama hamil? Beberapa vaksin ini justru direkomendasikan selama kehamilan untuk membantu melindungi ibu dan bayi dari penyakit serius, antara lain Tdap (batuk rejan) sekitar usia kehamilan 27-36 minggu, dan vaksin influenza yang dapat diberi di trimester kehamilan mana pun.
4. Tidur yang Cukup dan Kesejahteraan Emosional
Perubahan bentuk tubuh selama hamil kerap membuat ibu hamil susah tidur. Padahal, tidur yang cukup bisa mendukung kesehatan fisik dan emosional selama kehamilan hingga pascapersalinan.
Gangguan tidur dapat memperburuk kondisi ibu, mulai dari gangguan hipertensi hingga kemungkinan melahirkan lebih cepat (prematur). Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk tidur setidaknya 8 jam setiap malam, dan durasi 2 jam di siang hari.
Kesejahteraan emosional juga tidak kalah penting, Moms. Kehamilan bisa menyenangkan sekaligus melelahkan atau mengkhawatirkan bagi sebagian ibu. Maka dari itu, lingkungan keluarga yang suportif dan ikatan kuat dengan pasangan sangat penting untuk melindungi kesehatan mental ibu dan perkembangan anak usia dini kelak.




