Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Bener Meriah
Warga terdampak bencana hidrometeorologi yang berada di pengungsian Posko Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mulai menerima bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pengungsi mengaku bersyukur karena menu yang disediakan dinilai sangat layak dan bergizi tinggi, salah satunya ikan tuna.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Walaupun mengungsi, bantuan tetap kami rasakan,” ujar Cut Fitri (42), salah satu pengungsi di Posko Tunyang dalam keterangan yang diterima pada Kamis, 1 Januari 2026.
Fitri yang mengungsi bersama suami dan empat anaknya kini menempati tenda darurat bersama puluhan warga lainnya akibat banjir dan tanah longsor. Program MBG yang biasanya menyasar anak sekolah, kini sementara dialihkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi warga di posko pengungsian.
“Hari ini menunya tempe goreng, ikan tuna, dan tumis jagung manis. Rasanya mantap, sehat,” katanya.
Ia menceritakan bahwa kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan masa awal bencana terjadi. Pada saat itu, distribusi bantuan belum merata sehingga warga hanya bisa mengandalkan bahan pangan seadanya.
“Awalnya masih susah, belum ada bantuan. Cuma ada ikan asin sama terasi. Sekarang Alhamdulillah, sudah ada ikan, ada daging,” tuturnya.
Meski bangunan rumahnya masih berdiri, Fitri mengungkapkan bahwa kerusakan pada bagian pondasi membuat rumahnya tidak lagi aman untuk dihuni. Retakan besar pada struktur bangunan memaksa keluarganya untuk tetap bertahan di pengungsian demi keselamatan.
“Kalau dilihat, rumah kami memang sudah tidak bisa dipakai lagi. Maunya tetap di rumah sendiri, tapi kondisinya tidak memungkinkan,” katanya.
Selain memikirkan kondisi keluarga, Fitri juga menaruh empati bagi warga lain yang kehilangan tempat tinggal secara total. Ia berharap ada penanganan cepat dari pemerintah terkait infrastruktur yang rusak.
“Harapan pasti ada. Terutama untuk saudara-saudara kami yang rumahnya habis. Semoga cepat ada penanganan. Jalan juga putus, anak-anak sudah lebih dari satu bulan tidak sekolah, padahal mau ujian,” ungkapnya.
Menutup keterangannya, Cut Fitri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang sigap membantu kebutuhan warga terdampak di masa sulit ini.
“Terima kasih kepada pemerintah dan BNPB yang sudah menampung kami di tenda ini. Terima kasih juga kepada Desa Tunyang yang sudah menerima kami dari Desa Pantan Kemuning,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews




