Meksiko Resmi Naikkan Tarif Impor, China dan RI Terdampak

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Meksiko resmi memberlakukan tarif impor hingga 35 persen untuk sejumlah negara mulai Kamis (1/1/2026).

Meksiko Resmi Naikkan Tarif Impor, China dan RI Terdampak. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Meksiko resmi memberlakukan tarif impor hingga 35 persen untuk sejumlah negara mulai Kamis (1/1/2026).

Dilansir dari Reuters, kebijakan ini disahkan oleh Parlemen Meksiko pada awal Desember.

Baca Juga:
China Turunkan Tarif Impor Bahan Baku Baterai dan Produk Medis Mulai 2026

Langkah ini menaikkan tarif - sebagian besar hingga 35 persen - untuk negara-negara tanpa perjanjian perdagangan bebas dengan Meksiko, termasuk China, India, Korea Selatan, Thailand, dan Indonesia. 

China diperkirakan akan menanggung dampak terbesar.

Baca Juga:
China Akan Turunkan Tarif Impor untuk 935 Barang pada 2026

Kenaikan tarif akan berlaku untuk ribuan produk, termasuk mobil, suku cadang mobil, tekstil, pakaian, plastik, dan baja. Langkah ini telah menuai penentangan keras dari Beijing dan beberapa industri domestik yang khawatir tentang kenaikan biaya.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan anggota pemerintahannya mengatakan bahwa tarif tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi dalam negeri dan mengatasi ketidakseimbangan perdagangan, dan menegaskan bahwa tarif tersebut tidak ditujukan kepada negara tertentu.

Baca Juga:
Asosiasi Tekstil Minta Pemerintah Dorong AS Turunkan Tarif Ekspor

"Modifikasi tarif ini terutama bertujuan untuk melindungi hampir 350.000 pekerjaan di sektor-sektor sensitif seperti alas kaki, tekstil, pakaian, baja, dan otomotif, sekaligus berkontribusi pada reindustrialisasi yang berdaulat, berkelanjutan, dan inklusif," kata Kementerian Ekonomi Meksiko dalam sebuah pernyataan.

Pungutan tersebut juga akan memberikan tambahan pendapatan pemerintah sebesar USD3,76 miliar tahun depan karena Meksiko berupaya mengurangi defisit fiskalnya.

Banyak analis politik dan perdagangan percaya bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk menenangkan pemerintahan Amerika Serikat (AS) menjelang peninjauan perjanjian perdagangan AS-Meksiko-Kanada (USMCA) yang akan datang. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wisatawan di Lombok Diminta Jaga Kebersihan Selama Berkunjung
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terungkap, Penyebab Utama Bank Muamalat Raih Hajj Banking Award BPKH 2025
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Momen Menag dan Jamaah Sujud Syukur Sambut Tahun 2026 di Masjid Istiqlal
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Danantara Targetkan Bangun 15 Ribu Hunian untuk Korban Bencana Selama 3 Bulan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sejumlah Akses Menuju CPI Ditutup, Arus Lalu Lintas Dialihkan
• 23 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.